no klik kanan

Rabu, 16 Oktober 2013

Puncak Hari Perhubungan Nasional Ke-42 Meriah


Menhub E.E.Mangindaan saat menyerahkan piala Wahana Tata Nugraha 
kepada Kota Tomohon yang di terima langsung oleh 
Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE,Ak.
Tomohon,KM-- 
 Peringatan hari perhubungan nasional (Harhubnas) ke-42 tahun 2013 yang di pusatkan di Kota Tomohon Rabu (16/20) berlangsung meraih, apalagi dalam pelaksanaan Hurhubnas ini ikut  hadiri oleh Menteri Perhubungan RI Ervens E Mangindaan yang juga di dampingi oleh istri Adelin Mangindaan-Tumbuan, tak hanya itu Menhub RI E.E Mangindaan betindak sebagai Inspektur upacara Harhubnas yang di pusatkan di Kota Tomohon.
Pasa kesempatan memberikan amanat pada upacara itu, Menteri Perhubungan mengatakan "bahwa pelayanan transportasi merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah dimana kebutuhan pelayanan transportasi dari waktu ke waktu mengalami peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas, apalagi dalam hal ini Kementerian Perhubungan tidak dapat memenuhi kebutuhan transportasi seluruh lapisan masyarakat dan tidak dapat dengan sendiri menyelesaikan persoalan dalam penyelenggaraannya, karena itu diperlukan kebersamaan antara operator dan para pemangku kepentingan (Stakeholder)" ujar Menhub.
Di katakan lagi "melalui kebersamaan diharapkan akan melahirkan semangat kedisiplinan serta mampu bersifat lebih peka dan tanggap terhadap fenomena persoalan yang berkembang dengan tetap mengedepankan pada keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi setiap pengguna jasa, sehingga pada peringatan Harhubnas kali ini yang mengambil tema, melalui peringatan hari perhubungan nasional tahun 2013, Kita Tingkatkan Pembangunan sektor transportasi untuk memajukan kesejahteraan rakyat, karena itu saya mengajak seluruh insan perhubungan untuk merapatkan barisan dalam menangani seluruh permasalahan terkait reformasi birokrasi dengan melakukan terobosan baru (innovation breakthrough) terhadap pelayanan transportasi kepada masyarakat secara bertahap, konkrit, realistis dan sungguh-sungguh serta  mampu berfikir di luar rutinitas yang ada (out of the box thinking),
sehingga dapat menyelesaikan seluruh persoalan pelayanan transportasi dengan tetap mengedepankan kepentingaan nasional, perubahan paradigma (New Paradigm shift) pelayanan transportasi yang berkualitas, mandiri, berkelanjutan dan berdaya saing melakukan upaya luar biasa (business not as usual) dalam mempercepat pembangunan sarana dan prasarana transportasi secara adil dan merata" ujar Mangindaan.
Usai upacara, acara dirangkaikan  dengan penyerahan penghargaan Wahana Tata Nugraha kepada Kabupaten dan Kota yang meraih penghargaan termasuk Kota Tomohon sendiri yang berhasil mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha Kategori Angkutan skala kecil.
Apalagi di tahun 2013 kali ini Kota Tomohon sudah merupakan pengharagaan ke empat dari pemerintah pusat terhadap prestasi yang di raih.
Tak sampai di situ, Menteri Perhubungan RI ikut meninjau terminal beriman Kota Tomohon yang ikut dampingi Walikota Tomohon turut berdialog dengan para sopir yang ada di terminal beriman.
Dalam Harhubnas 2013 kali ini di selain di hadiri Walikota Tomohon Jimmy F.Eman,SE.Ak selaku tuan rumah nampak hadir Bupati Bolsel Drs.Herson Mayulu, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara Francisca Tuwaidan, anggota DPRD Kota Tomohon Marthen Manopo, Jeffry Montolalu SE, Hofny Kalalo,SH, Sekretaris Kota Tomohon DR.Drs. A. Poli, SH,MAP serta para pejabat perhubungan se-Sulawesi Utara dan jajaran pejabat di lingkungan pemerintah Kota Tomohon bersama para staf instansi terkait.
Di ketahui mengawali kegiatan Harhubna ini sudah akan dilaksanakan beberapa kegiatan internal perhubungan, olahraga serta berbagai kegiatan lainnya.(yongkie sumual)

Lagi, 12 PNS Terjaring Sidak


Tertangkap Basah Berada di Mall Saat Jam Kerja

PNS yang terjaring sidak di tempat umum sedang
mendapat pembinaan Kepala BKD Manado Ventje Pontoh SH,
Rabu (16/10).(Foto: ist)
Manado, KM -
Usai libur Hari Raya Idul Adha, tim inspeksi mendadak (Sidak) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang dipimpin Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Manado Ventje Pontoh SH, berhasil menjaring 12 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di pusat keramaian dan pusat perbelanjaan modern di Kota Manado, Rabu (16/10).
Ke 12 PNS yang tertangkap basah sedang berada di kawasan Mantos, IT Center, pusat kota pasar 45 dan Megamall itu, terdiri dari PNS Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) 3 orang, PNS Pemkot Manado 8 orang, dan PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) 1 orang.
Kepala BKD Manado Ventje Pontoh SH, mengatakan bagi PNS yang terjaring sidak saat keluyuran pada jam kerja akan dikenakan sanksi disiplin sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Selain itu, bagi PNS Kota Manado sanksi lainnya adalah pemotongan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP).
“Usai cuti bersama dan hari libur Nasional Idul Adha, PNS telah diwajibkan masuk kantor lagi. Dalam proses pengawasan tersebut, kami melaksanakan sidak di tempat-tempat umum. Bagi yang terjaring akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemotongan TTP,”tukas Pontoh, seraya menegaskan sidak dilakukan sebagai implementasi program ‘Brenti Jo Melanggar Aturan’ yang dicanangkan Walikota GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Harley AB Mangindaan.
Diharapkan, tambah Pontoh, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) segera menindaklanjuti laporan adanya PNS di instansinya yang tertangkap sidak, dengan memberikan pembinaan. Pasalnya, dalam melakukan pembinaan secara berjenjang merupakan tanggung jawab SKPD masing-masing, sebelum dilimpahkan ke BKD.(jan torindatu)

Selasa, 15 Oktober 2013

Ai Turut Sembeli Hewan Qurban di Teling


WAKIL Walikota Harley AB Mangindaan
turut menyembeli hewan qurban
dalam perayaan Idul Adha 1434 H di masjid Lailatul Qadri,
Kelurahan Teling Atas.(Foto: ist)

Manado, KM -
Ikut merayakan Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah, Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan, Selasa (15/10), tampak berbaur bersama Jamaah Masjid Lailatul Qadri, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea.
Kehadiran Wawali dalam perayaan yang diwarnai dengan pemotongan hewan qurban itu, menarik perhatian jamaah. Bahkan, Wawali turut menyembeli sapi qurban untuk dibagikan kepada 100 kepala keluarga kaum dhuafa di masjid tersebut.
“Perayaan Idul Adha ini memiliki makna yang sangat besar, untuk saling membagi serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Saya dan keluarga juga menyampaikan selamat Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah bagi wargaku, warga Muslim Kota Manado,”ujar Ai, sapaan akrab Wawali.
Imam Masjid Lailatul Qadri Teling Bambang Suman, menjelaskan pembagian hewan qurban kepada 100 KK, masing-masing menerima 2 Kilogram.
Sementara, sehari sebelum perayaan Idul Adha, Senin (14/10) lalu, Wawali atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menyerahkan 11 ekor sapi untuk 11 masjid di 11 kecamatan se Kota Manado, di lapangan Sparta Tikala Manado.
Penyerahan hewan qurban tersebut diterima Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Manado H Amir Liputo SH.    
Kesebelas masjid yang menerima hewan qurban Pemkot Manado yakni Masjid Al Hijrah, Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Masjid Nurul Fatah, Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Masjid Jabar Nur, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Masjid Al Maqbulin, Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala.
Kemudian, Masjid Al Mubaroqah, Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Masjid Lailatul Qadri, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Masjid Al Mujahidin, Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, Masjid Al Bayyinah, Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Masjid Al Munawwarah, Kelurahan Bunaken, Kecamatan Bunaken Kepulauan, dan Masjid Al Fatah, Kelurahan Paal Dua, Kecamatan Paal Dua.(jan torindatu)

Dari Amerika, Walikota Sampaikan Selamat Idul Adha


GS Vicky Lumentut

Manado, KM -
Meski sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang Leadership Transformation in Indonesia yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI kerjasama dengan Harvard University melalui Harvard Kennedy School, Amerika Serikat, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, ikut merasakan kebahagiaan umat Islam di Kota Manado dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah, Selasa (15/10)

Secara khusus Walikota menyampaikan salam dan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha bagi seluruh umat Muslim di Kota Manado. Walikota berharap, dengan perayaan Idul Adha yang dikenal juga dengan Hari Raya Qurban, semakin meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta tercipta keharmonisan hidup ditengah keberagaman.  
“Saya atas nama Pemerintah Kota Manado, atas nama pribadi Vicky Lumentut, dan Keluarga Besar Lumentut-Runtuwene, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Islam, dan khususnya saudara-saudaraku umat Islam di Kota Manado dan selamat merayakannya. Marilah kita bersama-sama memanjat doa, semoga Allah SWT akan selalu menguatkan diri kita masing-masing untuk bisa menjaga dan meningkatkan serta memperkokoh keimanan dan ketakwaan,”tukas Walikota.
Bagi umat Muslim yang sedang mengikuti Ibadah Haji di tanah suci Makkah, Arab Saudi, Walikota berharap sekembalinya mereka di Manado dapat menjadi haji mabrur yang dapat menjadi panutan dan teladan dalam hidup bernegara dan bermasyarakat di Kota Manado.
“Dan bagi saudara-saudaraku yang menunaikan Ibadah Haji, sekembalinya ke tanah air, semoga bisa menjadi Haji yang Mabrur,”pungkas Walikota.(jan torindatu)

Kamis, 28 Februari 2013

Walikota Minta Pengertian Masyarakat Tepi Sungai


Megaproyek Revitalisasi DAS Tondano Segera Dimulai
REVITALISASI pembangunan tanggul sepanjang DAS Tondano
akan mulai dilaksanakan tahun 2013 ini.(Foto: jan/KM)

Manado, KM –
Pasca terjadi musibah banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Walikota Manado GS Vicky Lumentut terus berupaya melakukan lobi di pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan. Hasilnya, tahun 2013 ini pemerintah pusat mengucurkan dana sekira Rp200 miliar lebih untuk proyek revitalisasi sungai Tondano.
Dimana, megaproyek yang dikerjakan mulai dari daerah hilir kali Jengki sampai jembatan Kairagi itu, akan membebaskan lahan warga sejauh 10 meter dari bibir sungai. Olehnya, Walikota meminta peran Lurah dan Camat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, untuk memberikan pengertian kepada masyarakat. Apalagi, proposal pembangunan itu telah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Sudah ok pembuatan tanggul sepanjang DAS Tondano, dari pasar Bersehati ke jembatan Kairagi dari Kementerian PU melalui dana JICA sebesar 200 miliar,"ujar Walikota, Kamis (28/2).
Lebih lanjut dikatakan Walikota pilihan rakyat ini, Kementerian PU meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk membebaskan tanah di samping kiri dan kanan, minimal 10 meter dari tepi sungai Tondano, untuk dibuatkan tanggul dan jalan.
Sesuai rencana, dalam waktu dekat Walikota akan ke Jakarta untuk melaporkan jumlah bangunan yang akan dibebaskan dalam proyek tersebut.
Selain itu, Walikota akan mengkonsultasikan lokasi atau tempat-tempat yang akan dibuatkan jembatan khusus untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
"Saya harapkan dukungan warga yang akan kena dengan proyek ini, karena dengan terbangunnya tanggul ini, warga yang selama ini selalu dilanda banjir akan terlindungi,"tandas Walikota.
Selain DAS Tondano, tandas Walikota, sungai lainnya seperti sungai Sario, sungai Bailang dan sungai Sawangan, juga akan dibuatkan tanggul pada bagian yang rendah, yang airnya selalu meluap saat banjir.
"Dua tiga tahun ke depan, akan ada panorama baru di Kota Manado, jika sungai sudah direvitalisasi,"pungkas Walikota.(jan torindatu)

Kepala SKPD Tandatangani Dokumen Penetapan Kinerja


Disaksikan Walikota
PARA kepala SKPD menandatangani dokumen penetapan
kinerja tahun 2013, di ruang Serbaguna Pemkot Manado.
Tampak Sekkot Ir Haefrey Sendoh dan
Kepala Inspektorat Drs Arnold Kewas menandatangani dokumen
disaksikan Walikota GS Vicky Lumentut, Kamis (28/2) kemarin.(Foto: ist)

Manado, KM –
Seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Kamis (28/2), melakukan penandatanganan Dokumen Penetapan Kinerja tahun 2013, di ruang Serbaguna kantor Walikota.
Penetapan kinerja merupakan kesepakatan atau perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan, juga bentuk tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang ditandatangani, setelah penetapan anggaran.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut, dalam sambutannya mengatakan penandatanganan dokumen itu, adalah bagian dari upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang semakin baik, bersih dan berwibawa.
"Saya percaya bahwa seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Manado, memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan cita-cita pemerintahan yang semakin baik, bersih dan berwibawa. Komitmen itu, nantinya akan tergambar jelas pada saat pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap capaian kinerja,"ujar Walikota.
Lebih lanjut Walikota meminta seluruh kepala SKPD agar bekerja secara maksimal dalam memenuhi target yang telah disetujui bersama.
"Hal ini saya minta semata-mata agar kinerja Pemerintah Kota Manado secara keseluruhan akan semakin baik, dan proses pembangunan berjalan lebih optimal, pelayanan publik pun semakin prima, yang nantinya akan berujung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kota Manado,"tandas Lumentut.
Walikota juga mengingatkan, berbagai tuntutan masyarakat harus dijawab oleh SKPD dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas.
“Para kepala SKPD dapat menerjemahkan tuntutan masyarakat sebagai peluang untuk membuktikan profesionalisme dalam melaksanakan tupoksi. Saya minta dapat bekerja dengan baik untuk memenuhi setiap target yang kita telah sepakati bersama dalam dokumen Penetapan Kinerja tahun 2013 ini, karena sesungguhnya dengan telah ditandatanganinya dokumen Penetapan Kinerja, berarti para kepala SKPD telah menyatakan diri sanggup menjalankan apa yang tertuang dalam dokumen Penetapan Kinerja,"pungkas Walikota.(jan torindatu)

Parkir Jalan Samrat Bakal Dicari Solusi


PEMBICARAAN non formal yang dilakukan di salah satu rumah kopi
dibilangan Samrat dengan melibatkan Wawali Harley Mangindaan,
Kepala Dishub Manado, Kasatlantas Polresta Manado,
dan pelaku usaha di jalan Samrat.(Foto: jan/KM)

Manado, KM –
Persoalan parkir di jalan Sam Ratulangi (Samrat) ternyata mendapat perhatian Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan. Secara spontan, Ai sapaan akrab Wawali, bertemu dengan para pelaku usaha di jalan utama Kota Manado untuk mendapatkan masukan terkait keluhan mereka karena sempitnya lahan parkir di jalan tersebut.
Wawali yang memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, kemudian menghadirkan instansi dan lembaga berkompeten seperti Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Manado Yohanis Waworuntu dan Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manado Kompol Alfaris Patiwael, serta pelaku usaha untuk duduk bersama. Meski santai, namun pembicaraan yang terjadi di salah satu rumah kopi di bilangan jalan Samrat itu berlangsung serius. Kamis (28/2).
“Pokoknya persoalan yang dihadapi para pelaku usaha di jalan Sam Ratulangi ini, akan kita carikan solusi yang terbaik. Pemerintah Kota selalu berupaya berbuat yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,”ujar Wawali.
Menurutnya, persoalan jalan Sam Ratulangi tidak semudah membalikan telapak tangan untuk menyelesaikannya. Namun, dibutuhkan kerjasama yang baik semua pihak yang terkait agar tidak menimbulkan konflik kepentingan,”tandas Wawali.
Sebelumnya, dr Sanil, salah satu pelaku usaha di jalan Sam Ratulangi, kepada wartawan mengeluhkan kondisi jalan tersebut yang sulit mendapatkan lahan parkir independent dibandingkan jalan Piere Tendean. Pasalnya, selain merupakan jalan tertua di Manado, jalan Sam Ratulangi sangat sulit untuk dilakukan pengembangan usaha dengan menyediakan lahan parkir, karena telah berdiri rumah warga.
Sehingga, tambah dr Sanil, mau tidak mau parkir dibadan jalan menjadi alternatif, meskipun pihak kepolisian melarang.
“Memang untuk mendapatkan lahan parkir independen di jalan Sam Ratulangi seperti yang ada di jalan Piere Tendean sangat sulit. Karena, jalan Samrat ini adalah jalan yang sudah ada sejak lama, juga banyak rumah-rumah warga. Bahkan, jalan-jalan di lorong-lorong sangat sulit mendapatkan tempat parkir,”keluhnya.
Kepala Dishub Manado Yohanis Waworuntu, menandaskan untuk memecahkan persoalan tersebut, pihaknya akan melaksanakan rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) dalam waktu dekat.
“Kita akan bahas ini di forum lalu lintas. Pihak pelaku usaha di jalan Samrat juga akan kita undang untuk hadir,”pungkas Waworuntu.(jan torindatu)

Senin, 25 Februari 2013

Peristiwa Merah Putih Tidak Boleh Dilupakan

Temu Pejuang dan Generasi Penerus Kejuangan-45 
Manado,KM –
DISKUSI tentang peristiwa Merah Putih 14 Februari yang dilaksanakan
di ruang Toar Lumimuut kantor Walikota Manado, kemarin.(Foto: ist)

Peristiwa heroik 14 Februari 1946 atau yang dikenal dengan peristiwa Merah Putih di Sulawesi Utara (Sulut), hendaknya menjadi bagian dari sejarah daerah ini. Pasalnya, selama ini peristiwa kepahlawanan merebut Tangsi Teling yang dilakukan para pejuang di Manado itu, seakan terlupakan.
Untuk membangkitkan semangat juang serta kecintaan generasi muda kepada sejarah peristiwa Merah Putih tersebut, Dewan Harian Cabang-45 (DHD-45) Kota Manado melaksanakan panel diskusi dengan menghadirkan Ben Wowor salah seorang pelaku sejarah 14 Februari, di ruang Toar Lumimuut kantor Walikota, Senin (25/2).
Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan, selaku Ketua DHC-45 Kota Manado mengatakan, peristiwa Merah Putih 14 Februari tidak boleh dilupakan oleh generasi muda sekarang. Karena, didalamnya mengandung nilai-nilai patriotik masyarakat Sulut khususnya masyarakat Manado.
"Peristiwa merah putih 14 Februari 1946 merupakan suatu peristiwa heroik yang tercatat dalam lembaran sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, yang terjadi di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Jiwa, semangat dan nilai-nilai perjuangan yang terkandung didalamnya merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari jiwa, semangat dan nilai-nilai proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945,"ujar Ai, sapaan akrab Wawali, seraya berharap para peserta memberikan masukan serta usulan untuk memperkuat nilai sejarah peristiwa Merah Putih di Sulut.
Usai pemaparan sejarah dari para nara sumber yang terdiri dari Ben Wowor, tokoh pelaku sejarah, Letkol (L) Purn Cornelius Kowaas mewakili Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sulut, dan sejarawan Dr Ivan RB Kaunang, dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Drs Masri Paturusi.
Peserta yang hadir terdiri dari unsur birokrat seperti Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Franky O Mewengkang SIP, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs Helmy Bachdar, Asisten bidang Administrasi Umum Dra Henny Giroth, Kepala Inspektorat Drs Arnold Kewas, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs JT Tampi, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ventje Pontoh SH.
Juga dari LVRI, pengurus DHC-45, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, guru sejarah, siswa dan mahasiswa, serta TNI/Polri.(jan torindatu)

Lumentut Perjuangkan Bantuan Pasca Bencana


Ajukan Proposal ke BNPB, Kemenpera dan PU
Manado, KM –
GS Vicky Lumentut
Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terhadap nasib warga kota yang menjadi korban bencana baik banjir maupun tanah longsor, sangat tinggi. Buktinya, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Senin (25/2) kemarin, mengajukan proposal bantuan pasca bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) di Jakarta. 
“Bantuan pasca bencana telah saya ajukan proposalnya ke BNPB. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,”ujar Walikota.
Menurutnya, setelah berdiskusi dengan deputi dan para direktur yang menangani kedaruratan, pihak BNPB dalam waktu dekat akan ke Manado untuk melakukan verifikasi data yang diajukan Pemkot Manado, khususnya rumah-rumah yang rusak berat.
“Petugas BNPB akan datang di Manado untuk melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah yang rusak berat,”tandas Lumentut.
Dalam pertemuan itu, BNPB menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Manado yang telah melakukan penanganan bencana dengan cepat.
"Kami sampaikan terima kasih karena Pemerintah Kota Manado bersama masyarakat dan TNI, yang cepat membantu warga dan membersihkan lingkungan setelah banjir surut,"kata Dody Ruswandy, Deputi bidang Kedaruratan BNPB.
Selanjutnya, tambah Walikota pilihan rakyat Manado itu, Selasa (26/2) hari ini, pihaknya akan mendatangi Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperjuangkan bantuan bagi perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik yang rusak akibat bencana yang terjadi Minggu 17 Februari lalu.(jan torindatu)