no klik kanan

Senin, 01 Oktober 2012

HAG-RJM Lantik Tim Independen

Pelantikan tim independen Kabupaten dan Kecamatan se Kabupaten Minahasa
Tondano, KM-
Bertempat di aula kediaman Keluarga Gerungan Walla di Desa Wasian Kecamatan Kakas, Senin (1/10) kemarin, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Minahasa, Hangky Arther Gerungan (HAG) dan Recky Janeman Montong (RJM) dengan resmi melantik tim independen Kabupaten dan Kecamatan se Kabupaten Minahasa.
Dari data yang didapat oleh wartawan koran ini, tim independen Kabupaten dan tim independen di 25 Kecamatan yang dilantik oleh HAG-RJM, berjumlah kurang lebih sebanyak 800 personil, dengan diketuai langsung oleh Tito Sumampouw, Sekretaris, James Lewu dan Bendahara, Jones Rumangkang.
Sementara itu, Ketua Tim Independen dalam sambu-tannya mengajak kepada seluruh tim yang telah dilantik, untuk benar-benar memberi diri bagi kemenangan HAG-RJM dalam Pemilukada Minahasa, 12-12-2012 mendatang.
“Untuk itu, saya meminta kepada teman-teman yang sehati dan seperjuangan yang baru saja dilantik, agar kita bisa bersatu bekerja keras serta kompak untuk membuat perubahan di Minahasa ditangan HAG-RJM,” ungkap Tito.
Dilain pihak, RJM sendiri dalam sambutannya singkatnya meminta kepada para tim independen yang telah dilantik, untuk bisa berkerja tanpa kekerasan.
“Marilah kita bekerja dengan penuh iklas dan tanpa kekerasan. Dan untuk meraih kemenangan itu harus dimulai dulu dari diri kita sendiri. Jadi saya minta kepada teman-teman yang baru dilantik, marilah kita bekerja bersama-sama, agar apa yang kita dambakan untuk membuat perubahan di Minahasa bisa tercapai,” ujar RJM. HAG sendiri dalam sambutannya, tak lupa memberikan apresiasi dan ucapan terima-kasih kepada tim independen, yang telah memberi diri dan siap mengawal serta memenangkan HAG-RJM dalam Pemilukada Minahasa, 12-12-2012 mendatang.
“Saya sangat bangga, karena semangat tim independen HAG-RJM, bisa terbukti pada malam ini dengan kehadiran yang sebenarnya saya tidak pikirkan sebelumnya. Untuk saya secara pribadi dan pak RJM tak lupa menyampaikan terima-kasih atas pemberian diri dari bapak, ibu, saudara, saudari sekalian,” jelas HAG.
Lebih lanjut, HAG pun mengimbau kepada tim yang telah dilantik, untuk mengetahui akan apa yang dikerjakan hingga pada hari pemilihan nanti. “Saya kira tim yang telah dibentuk ini sudah mengerti apa yang akan dibuat nanti. Yang pasti, jangan lupa kita harus menyakini para masyarakat bahwa kami (HAG-RJM red) siap akan merestorasi Minahasa menuju era baru tanpa korupsi dan serta tentunya untuk membuat peningkatan kesejahteraan bagi Minahasa,” terang HAG seraya berharap kepada tim independen dalam tugas yang akan dikerjakan dilapangan nanti, bisa membawa damai kepada masyarakat Minahasa. (*)
Tempat Budaya Pinawelaan yang dirusak waktu lalu

Mamoto: Situs Budaya Jangan Dirusak

Manado, KM –
Keberadaan situs warisan budaya di daerah ini memang butuh untuk disikapi secara bijak dan proporsional. Pasalnya, peninggalan tersebut sedikit banyaknya ikut memberikan penegasan soal jati diri dan cerminan kehidupan generasi di masa lalu, tentang keberadaan daerah nyiur melambai ini.
Terkait hal itu, tokoh nasional sekaligus budayawan Sulut DR Benny Jusua Mamoto, menyerukan agar masyarakat diera sekarang, untuk lebih cermat menyikapi warisan leluhur. Salah satunya lokasi yang diklaim sebagai warisan budaya yakni Pinawelaan dan Kameya di Kota Tomohon yang akhinya menuai kontroversial, menyangkut proses pelestarian dan pembongkaran situs karena dianggap telkah disalahgunakan.
“Jika memang watu pinawelaan dan watu kameya di kota Tomohon adalah cagar budaya, semestinya harus dijaga karena merupakan bukti atas rekam jejak budaya dalam rangka mencari kebenaran warisan leluhur,” ujarnya.
Karenanya, Mamoto menghimbau agar masyarakat untuk tidak menjadikan cagar budaya sebagai tempat pesta miras yang berujung pada perbuatan krimanal, bahkan perbuatan maksiat ataupun penyembahan keyakinan yang bertentangan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
“Peristiwa pengrusakan cagar budaya jangan sampai merusak kerukunan dan kebersamaan masyarakat kota Tomohon dan sulawesi utara pada umumnya,” harapnya.
Diketahui, lokasi Pinawelaan dan Kameya di kota Tomohon akhir-akhir ini menjadi topic hangat di daerah ini, menyusul aksi pembongkaran situs yang diprakarsai oleh  Lurah Kakaskasen I Emma Polii  yang berada ditempat itu. Kejadian itupun dipicu keresahan yang melanda masyarakat Kota Tomohon karena tempat tersebut dituding telah disalahgunakan untuk kiegiatan-kegiatan atau ritual aliran sesat.
Disisi lain, pembongkaran situs tersebut justru ditentang oleh pelaku dan penggiat adat dan budaya Minahasa di Kota Tomohon. Itu dibuktikan lewat rekasi penolakan dan demostrasi yang dilakukan beberapa kali di Kota Tomohon, sebagai bentuk protes terhadap aksi pembongkaran yang dilakukan pemerinatah kelurahan dimana situs itu berada.(JeffrieRM)

 APBDP Tahun 2012 Ketambahan Rp 142 Miliar

Kantor Gubernur Sulut
Manado, KM-
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2012 di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, ketambahan yang dana sebesar Rp 142 Miliar lebih. Jumlah tersebut disampaikan oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Ir. Siswa Rachmad Mokodongan, kepada sejumlah wartawan di lobi Kantor Gubernur.
Dikatakannya , dana tersebut dibagi ke seluruh SKPD di lingkup Pemprov Sulut untuk memenuhi kebutuhan anggaran sampai akhir tahun 2012 mendatang.
“Kalau sudah dibagi ke seluruh SKPD tentu diharapkan seluruh pembangunan di daerah ini bisa terpenuhi,” terang Mokodongan.
Mokodongan juga menuturkan, SKPD yang paling banyak mendapatkan penambahan anggaran dari APBD-Perubahan 2012 yanki Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulut.
“PU yang paling banyak. Namun itu disetujui pihak eksekutif maupun legislatif,”jelasnya.
Mokodongan mengatakan, untuk APBD-Perubahan Sulut tahun ini, sudah dikonsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bahkan, pihak Kemendagri melalui Direktur Anggaran Daerah memberikan aspresiasi atas ketepatan waktu Pemprov Sulut dalam mengajukan Ranperda APBD-Perubahan.
“Tim sudah ke Kemendagri menyampaikan pengajuan Ranperda APBD-Perubahan. Bahkan disana tim mendapat pedoman penyusunan RAPBD tahun anggaran 2013,”tandasya.(onal)

Polisi Tidur Belakang Megamas Diprotes

Demo sopir Malalayang

Ratusan Sopir Angkot Malalayang ‘Serbu’ Kantor Walikota

Manado, KM –
Untuk memprotes pengalihan jalur angkutan kota (angkot) trayek Pusat Kota-Malalayang, yang harus melewati jalan belakang kawasan Megamas, ratusan sopir angkot Malalayang mendatangi kantor Walikota Manado dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, di bilangan Tikala, Senin (1/10) kemarin.
Tuntutan para pengunjuk rasa itu, meminta pemerintah dan pihak kepolisian untuk mengembalikan jalur lama yakni melewati jalan Piere Tendean boulevard. Menurut mereka, kebijakan pengalihan jalur melewati jalan belakang Megamas tidak efektif, apalagi di jalan tersebut terdapat tiga gundukan ‘polisi tidur’ yang dianggap merusak bagian bawah kendaraan.  
“Kami meminta pemerintah dan pihak kepolisian untuk mengembalikan jalur Pusat Kota-Malalayang ke jalur yang lama yakni melewati jalan Piere Tendean boulevard. Jika memang harus melewati jalan belakang Megamas, kami minta polisi tidur yang ada untuk diangkat,”tandas salah seorang pengunjuk rasa, yang mendapat aplaus teman-temannya yang lain.
Wakil Walikota Harley Mangindaan, yang menerima pengunjuk rasa mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado akan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado untuk mencari solusi tentang rekayasa lalu lintas khususnya trayek Pusat Kota-Malalayang.
Menurut Mangindaan, apa yang disuarakan oleh kalangan sopir angkot akan menjadi perhatian pemerintah termasuk ‘polisi tidur’ di jalan belakang Megamas.
 “Harapan yang sudah disampaikan tadi oleh para sopir angkot, yakni polisi tidur akan kita konkritkan dengan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Manado. Seperti apa konkritnya, kita akan bahas bersama sesuai dengan tuntutan para sopir,”ujar Wawali.
Lanjut dikatakan, permintaan para sopir agar selama polisi tidur belum dibongkar mereka meminta untuk melewati jalan Piere Tendean, tambah Mangindaan, akan dibicarakan dulu dengan kepolisian dan berbagai pihak termasuk melibatkan kalangan sopir angkot.
“Takutnya jika kebijakan yang kami ambil tidak sesuai keinginan para driver angkot. Makanya, perlu keterlibatan semua pihak termasuk kalangan sopir angkot, mau dibuat bagaimana itu yang akan kita bahas,”pungkas Wawali.
Sementara, pantauan Koran Manado saat aksi unjuk rasa digelar, banyak penumpang Pusat Kota-Malalayang yang terlantar. Pasalnya, semua angkot jurusan Malalayang ikut serta dalam demo tersebut.(jan torindatu)

Galian Kabel Optik Telkom di Walewangko Disorot

Langowan, KM –
Proyek galian kabel optik milik PT Telkom di Desa Walewangko Kecamatan Langowan Barat, mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah warga setempat.
Pasalnya, hingga memasuki dua pekan pelaksanaan pekerjaan, tumpukan-tumpakan tanah masih dibiarkan, sehingga menggangu aktifitas warga yang tinggal di daerah tersebut dan para penguna jalan.
Salah satu tokoh pemuda di Desa Walewangko, Donny Rumagit, kepada wartawan, Minggu (30/9) kemarin menuturkan bila proyek pekerjaan galian optik tersebut, bisa mengakibatkan penyakit bagi warga.
“Kami mempertanyakan akan proyek galian optik ini, karena sudah hampir dua pekan tumpukan dari galian yang dilakukan, masih dibiarkan begitu saja. Kalau ini dibiarkan debu-debu yang berterbangan dari sisa tumpukan itu bisa mengakibatkan ISPA bagi para warga,” ungkap Rumagit.
Lanjut,Rumagit menambahkan selain bisa mengakibatkan ISPA, tumpukan-tumpukan tanah itu, juga sering membuat kemacetan. “Kami meminta pihak kontraktor atau yang menangani pekerjaan ini, untuk bisa segera mengangkat sisa-sisa material dari galian yang telah dilakukan,” harapnya.(Fernando kembuan)

PK Golkar Desak Percepat Musdalub

Jeffry Polii SIK
Tomohon, KM –
Polemik diinternal Partai Golkar Kota Tomohon nampaknya belum juga tuntas, seriring dengan teraktung-katungnya pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Akan hal ini, kalangan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar kembali menyerukan agar agenda tersebut dipercepat pelaksanaannya.
Sejumlah pengurus keca-matan Partai Golkar Kota Tomohon masing-masing Fargo J Tular, Fadly Rumondor SP, Jeffry Polii SIK, mengaku prihatin atas fenomena yang melilit internal partai. Pasalnya, tak ada hal prinsip yang menghambat pelaksanaan Musdalub. Karena komposisi peserta Musdalub masih utuh, mengingat tak adanya reposisi atau pergantian dalam strukur PK di lingkup PG Kota Tomohon. itu sebagaimana hasil dari kunjungan kerja ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG, yang dilakukan belum lama ini oleh sejumlah petinggi partai di Sulawesi Utara dan sejumlah daerah Kabupaten/Kota.
“Memang kami pengurus dipanggil oleh salah satu petinggi DPP PG yang berkompeten dalam kaitan dengan organisasi, dan keluhan kami adalah soal terkatung-katungnya Musdalub atau sengaja diulur. Serta adanya rencana yang tidak sesuai dengan surat DPP PG akan hal rencana pergantian pengurus kecamatan, sebagaimana sempat terangkat oleh kebijkaan karateker ketua DPD II PG Kota Tomohon. Itu kira-kira yang kami sampaikan ke salah satu petinggi DPP PG yang di sertai dengan surat dari Pengurus kecamatan,” ujar Jepol –sapaan akrab Jeffry Polii— selaku ketua PG Kecamatan Tomohon Timur.
Lebih tegas lagi lanjut Polii meniru ketegasan DPP. Dikatakannya, seluruh Indonesia tidak melakukan pergantian pengurus kecamatan. “Bilamana di Kota Tomohon melakukannya, maka akan ada langkah preventif yang akan dikeluarkan oleh DPP PG terhadap kebijakan yang timbul akibat pergantian jika di lakukan” ujar Jepol sapaan akrab pengurus kecamatan Tomohon Timur meniru ketegasan petinggi DPP PG itu.
Disisi lain Musdalub sudah diambil alih pelaksanaannya oleh DPD I Provinsi Sulawesi Utara, dengan menyertakan penun-jukkan karateker Ketua kepada salah pengurus DPD Provinsi untuk mengendalikan jalannya amanat organisasi Golkar di Kota Tomohon. (yongkie sumual) 

Legislator Bitung Minta Pemangkasan THL Dibatalkan

Bitung,KM-
Meskipun dalam skala tingkat nasional, telah diberlakukan surat edaran disetiap daerah mengenai rasionalisasi Tenaga Harian Lepas (THL) dan akan segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Bitung terhitung 1 Oktober 2012, DPRD Bitung menolak pemberlakukan tersebut. Setelah Ketua Fraksi Peduli Indonesia Raya (PIR), Drs Lexi Maramis, yang juga Ketua Komisi C DPRD Bitung menyatakan menolak, kini giliran legislator Fraksi PDI Perjuangan, Victor Tatanude SH menyatakan hal yang sama. Kedua politikus ini, sangat tidak setuju jika dilakukan pemangkasan terhadap sejumlah THL, apalagi yang bertugas di sekretariat DPRD Bitung.
Menurut Tatanude, Pemkot Bitung dapat mempertim-bangkan jika akan melakukan pemangkasan (rasionalisasi) THL di Sekretariat DPRD Bitung. “Kami melihat justru THL perlu di tambah, mengingat beban pekerjaan di DPRD membutuhkan per-sonil yang besar,”tandasnya, Senin (1/10) kemarin.
Tatanude juga menam-bahkan, perlu dipertimbang-kan matang jika Pemkot Bitung bermaksud melakukan rasionalisasi THL, karena menurutnya, mungkin saja di SKPD lain dapat saja dilakukan pemangkasan, namun di Sekretariat DPRD perlu dikaji kembali. “Banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh PNS, tapi bisa dilakukan THL, ini butuh pertimbangan,”Ujar Ketua komisi A ini. (yappiletto)

Escavator Terbakar Diduga Rekayasa PT MMP

Bangka Mencekam,Pemkab Mengaku tak Tahu

Minut, KM -
Ketegangan antara warga di Pulau Bangka Kecaramatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara dengan pihak perusahaan PT Mikgro Metal Perdana (MMP) yang sementara ini berupaya menguasai wailayah pulau itu demi kepentingan mengambil hasil bumi berupa biji besi dan bahkan santer dikabarkan termasuk emas, kian mencekam.

Pasalnya, subuh Senin (01/10) kemarin sekitar pukul 04.00 Wita satu unit alat berat jenis escavator milik PT MMP terbakar. Atas kejadian ini, warga setempat dicurigai sebagai penyebab. Sehingga pihak PT MMP meminta aparat Kepolisian dalam hal ini Satuan Brimbo untuk turun ke lokasi dan melakukan pengamanan.
Namun demikian, warga tetap menyatakan tidak mengetahui kejadian tersebut apalagi melakukan aksi itu. “Ada 50-an hingga ratusan personil Brimob dikabarkan turun ke Pulau Bangka dengan maksud melakukan penga-manan,” tandas Budi, sumber yang dapat dipercaya, kemarin.
Menariknya lagi, isu merebak, akan terjadi bentrok antara aparat yang diminta PT MMP dengan warga setempat yang kontra dengan kehadiran PT MMP.
Dari informasi lain didapat, upaya membakar escavator semata-mata demi me-goalkan langkah PT MMP untuk menghadirkan aparat keamanan di wilayah pertam-bangan sekaligus memudakan kegiatan pertambangan yang seungguhnya tak hanya biji besi melainkan juga memiliki kandungan emas. “Kejadian ini sepertinya settingan untuk memuluskan kegiatan tambag disana (di pulau Bangka, red). Dengan adanya masalah, tentu ada alas an untuk menghadirkan aparat,” tandas anggota DPRD Minut, Ir Herman Papia kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Lain lagi, persoalan PT MMP dan warga di Pulau Bangka semakin keruh karena kehadiran pihak ketiga yang sengaja menunggangi sehing-ga persoalan di pulau Bangka tak bisa tuntas dan berakhir manis. “Ini pasti ada yang tunggangi, paling tidak dia orang besar di Sulut. Tak mungkin jika tidak ada yang menunggangi karena dasar kepentingan tertentu,” tukas anggota DPRD Minut, Denny Sompie SE.
Pemerintah Kabupaten sendiri, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Johanes Rumambi terkesan enggan berkomnetar lebih. Anehnya, Sekda mengaku belum men-dengar informasi akan keja-dian tersebut. “Kita baru dengar. Harusnya instansi teknis yang melakukan pe-mantauan dan melaporkannya kepada pimpinan,” tandas Sekda, kemarin. (hendrasamuel)

Bolsel Marak Pembalakan Liar

Molibagu, KM –
Pembalakan liar di wilayah Bolsel hingga kini masih terus terjadi. Sepertinya butuh formula khusus untuk memberantas para perambah hutan yang semakin merajalela. Selain pembersihan oknum aparat tertentu instansi terkait, praktek mem-back up ilegal loging juga menjadi warna tersendiri.
Olehnya dibutuhkan pola baru untuk membuat jerah para pembalakan liar.
Bupati Bolsel, Hi Herson Mayulu SIP melalui Kabag Humas Ahmadi Modeong mengatakan, praktek tersebut mutlak harus diberantas. Langkahnya harus dimulai dari aparat desa, baik Sangadi (Kepala Desa) hingga perangkat lainnya.
Kata Modeong, Bupati Mayulu sudah menegaskan jangan sampai ada Sangadi yang ikut memback-up para cukong kayu dengan menerima imbalan. "Pemberantasan ini dimulai dari Desa baik Sangadi hingga perangkat. Sangadi jangan dijadikan alat untuk memback-up bisnis para cukong kayu dengan fee dari oknum-oknum tertentu," terang Modeong menirukan pernyataan Mayulu. Lanjut dia, kondisi hutan di wilayah Bolsel saat ini sasaran pembalakan liar.
Sementara diketahui, Bolsel salah satu wilayah yang rawan bencana banjir, tanah longsor akibat penggundulan hutan yang sudah memburuk.
Terpantau, hingga kini truk-truk pengangkut kayu hasil jarahan di hutan+hutan Bolsel masih saja terus terjadi.
Penempatan sjumlah pos yang disiagakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) yang tersebar di wilayah Bolsel, seperti di Desa Dumagin A, Kecamatan Pinolosian Timur, Desa Torosik, Kecamatan Pinolosian Tengah, Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki dan satu pos khusus di Kecamatan Posigadan terkesan tak berkutik. (tox manoppo)

Minggu, 30 September 2012

HUT ke-150 GMIM Syaloom Desa Kolongan Atas, Sonder 

HAG: Mandiri, Kekuatan GMIM Menghadapi Tantangan

Hangky Arther Gerungan semakin populis dimata masyarakat
Sonder, KM -
Jemaat GMIM diharapkan bersatu membangun kemandirian gereja guna menghadapi era baru yang semakin kompleks. Penegasan tersebut dinyatakan Hangky Arther Gerungan (HAG) pada perayaan HUT ke-150 berdirinya GMIM Syaloom Desa Kolongan Atas Kecamatan Sonder, Minggu (30/09) kemarin.
“Jemaat GMIM sebaiknya bersatu membangun kemandirian gereja untuk menghadapi era baru yang semakin penuh tantangan. Tantangan masa-masa yang akan datang semakin besar, sehingga dibutuhkan keuletan kita meretas tantangan dan masalah yang akan datang,” sambutan HAG pada perayaan HUT jemaat tersebut.
Lanjut dikatakan, menghadapi hajatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa Desember mendatang, seluruh warga GMIM diminta turut menyukseskan dengan berpartisipasi menyalurkan suara serta menjaga keamanan dan ketentraman sekelilingnya.
Selain itu, HAG secara terperinci menyampaikan laporan seluruh rangkaian kegiatan selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana perayaan HUT ke-150 Jemaat GMIM Syaloom Desa Kolongan Atas Kecamatan Sonder, kemarin.
Ia disambut hangat dengan diarak mengendarai sepeda motor mengelilingi lokasi kegiatan disaksikan ribuan jemaat yang hadir baik jemaat gereja tersebut maupun jemaat undangan yang memadati Lapangan Kuntung, Kolongan Atas.
HAG tampak puas karena hajatan tersebut berlangsung sukses, karena dipadati ribuan jemaat yang hadir. Bertindak selaku khadim pembawa kotbah Pdt Priscila Solang-Tampemawa tak lain pendeta jemaat berperayaan, dihadiri pula Ketua Sinode GMIM Pdt Piet Marthen Tampi STh MSi, Wakapolres Minahasa, Camat Sonder, Tokoh Pemuda Edwin Eman, serta sejumlah tokoh masyarakat yang ikut hadir undangan.
Menariknya, bakal calon bupati Minahasa dari Partai Golkar-Demokrat, Careig N Runtu (CNR) juga tak mau ketinggal kereta. CNR juga ikut nimbrung hadir dengan selalu menebar senyum ke sana kemari, dan disambut ramah HAG selaku Ketua Panitia hajatan. Bahkan keduanya sempat foto bareng bersama warga jemaat di lokasi kegiatan.
“Saya senang pak Careigh dapat menyempatkan hadir di acara ini,” ujar HAG ramah, disambut senyum CNR bersama pendukung-pendukung.
Tak seberapa lama bakal calon lain, pasangan Yoke Senduk-Novie Mewengkang bersama pendukungnya. Keduanya juga disambut hangat oleh HAG yang menyatu dengan jemaat yang berhajatan.
Kegiatan berlangsung sukses dengan pengawalan ketat Brigade Manguni Indonesia (BMI) yang berjaga-jaga dengan pakaian serba hitam sekitar lokasi kegiatan. BMI juga berpartisipasi mengatur kelancaran lalulintas yang memadati seputar area lokasi hajatan.
Sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu (29/09), HAG yang juga masuk daftar bakal calon bupati Minahasa, menyempatkan hadir undangan ibadah bersama para lanjut usia (Lansia) di Desa Telap. HAG disambut Ketua Komisi FUngsional Lansia GMIM Desa Telap Kecamatan Eris, Wenny Tambariki dan Sekretaris Adolf Samboh disaksikan para lansia yang menghadari ibadah di keluarga Soputan-Tandiapa.(*)

Merasa Gerah di “Rumah Sendiri”

Ribuan Pendukung Dipastikan Ikut Pindah

Sualang Isyaratkan “Pindah Rumah”

Partai Banteng Moncong Putih ini mulai gerah di rumah yang dibangunya
Manado, KM-
Siapa yang tidak mengenal sosok Freddy Harry Sualang. Pejuang partai berlambang banteng dalam lingkaran (PDI Perjuangan) ini sangat melegenda di Sulawesi Utara (Sulut). Beliaulah tokoh yang dikenal sebagai pejuang sejak masa Orde baru, ketika masih bernama PDI, hingga memasuki era reformasi tahun 1998 silam, bersamaan dengan bergantinya PDI menjadi PDI Perjuangan.
Selama kepemimpinan beliau sebagai Ketua PDI Pro Mega, hingga Ketua PDI Perjuangan. Sualang berhasil menancapkan semangat idealisme dalam diri seluruh warga Banteng. Kegigihan, ketekunan serta sikap rela berkorban, telah menempatkan sosok ini pada posisi sebagai yang disegani oleh segenap elemen PDI Perjuangan Sulut.
Namun, setelah puluhan tahun menjadi pejuang, pernyataan mengejutkan keluar dari mulut Sualang. Figur yang saat ini masih menjabat Ketua non aktif DPD PDI Perjuangan Sulut menyatakan niatnya untuk ‘pindah rumah’ atau melanjutkan karir politiknya di Parpol lain.
Dangan nada kiasan, Sualang menuturkan suasana serta prilaku elit PDI Perjuangan yang dinilai sudah tidak selaras dengan kemandirian partai, menjadi klausul dirinya berniat berkarir dengan Parpol lain.
“Suasana yang ada sekarang di dalam rumah (PDI Perjuangan red) sudah cukup membuat saya gerah. Makanya saya berniat mencari rumah lain yang menjamin kesejukan dan keteduhan,”ujarnya.
Lagipula lanjut beliau, politik bukanlah agama. Baginya agama sebaiknya tidak berpindah-pindah.
“Tapi kalau politik, itu bisa dan sangat dimungkinkan,” jelasnya.
Baginya, rencana kepindahan ke Parpol lain, sama sekali tidak ada beban moral, sebab selama ini dirinya telah mempersembahkan yang terbaik bagi kebesaran PDI Perjuangan. Menurutnya sudah ada pengurus pusat salah satu Parpol yang memberikan penawaran.
“Mereka tinggal menunggu jawaban dari saya. Parpol tersebut  nasionalis dan menjanjikan, sehingga saya pun bisa mempertimbangkannya,”ungkap Sualang.
“Saya sudah memikirkan penawaran itu. Dan saya pun secara jujur tertarik dengan visi dan misi yang tertuang dalam platform mereka,” tambahnya.
Dikatakannya, jika akhirnya pindah Parpol, itu berarti sejarah politiknya sudah harus seperti itu.
“Ternyata memang sudah saatnya saya harus mencari keteduhan di rumah lain, dan mereka pun sudah menawarkannya,”paparnya dengan nada optimis.
“Di masa lalu, kami membangun di bawah intimidasi. Namun kami tetap teguh, karena adanya saling memiliki satu sama lain. Tapi, sekarang ini, saya sangat merasakan bahwa yang ada bukan saling memiliki, melainkan saling memikirkan  kepentingan personal, di samping membangun partai dalam semangat pengkotakan dan kepentingan kelompok,” urainya sambil mengenang.
Sualang juga menuturkan, meski di masa lalu perjuangan ditandai dengan intimidasi, namun suasana saling memiliki yang diciptakan oleh sesama pejuang partai mampu menjadi obat penawar yang menyejukan hati.
“Sayangnya, yang terjadi sekarang ini justru kebalikannya. Perjuangan sudah tidak penat, namun para elit partai, tapi tidak semua yang justru menciptakan suasana menjadi penat,”paparnya.
Siapa para elit PDI Perjuangan Sulut yang oleh sualang disebut sebagai elit yang menciptakan suasana dalam tubuh partai menjadi penat? “Saya tahu siapa-siapa mereka itu,”tandasnya. Menurutnya, kepenatan yang diciptakan termasuk dalam masa Pemilukada Minahasa saat ini.
Dapat dipastikan, jika pernyataan Sualang menjadi kenyataan, sebuah kehilangan besar akan dialami PDI Perjuangan Sulut. Apalagi, mayoritas warga banteng, masih melihat keterlibatan sosok Sualang yang terkenal gigih memperjuangkan martabat partai, terlebih di masa penindasan Orde Baru. Ribuan pengikut yang dikenal militant dan setia dipastikan akan ramai-ramai ‘pindah rumah’.(onal/tim km)

Festival Selat Lembeh Part-4 Sukses

 Kapolres Bitung AKBP Satake Bayu SIK MSi, menebar bibit ikan Bobara di selat Lembeh
Bitung,KM-
Dalam rangka menjaga iklim investasi dalam bidang pariwisata, Asosiasi Kapal Perikanan Nasional (AKPN) dan Himpunan Pengusaha Kecil Nelayan (Hipken) Kota Bitung, melaksanakan Festival Selat Lembeh Part 4, Sabtu (29/9) pekan lalu, di dermaga perikanan Aertembaga Bitung. Kegiatan bernuansa religi dan budaya tersebut, mampu memukau ribuan penonton yang datang menghadiri acara tahunan tersebut.
Ketua panitia pelaksana, Rudi Walukouw, Acara tersebut terlaksana karena kesadaran para nelayan dan pengusaha perikanan yang menyadari, semua berkat yang didapati dari laut berkat merupakan berkat dari Tuhan. “Ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas berkat yang Tuhan berikan setiap hari bagi para nelayan dan pelaut, sehingga pengusaha perikanan bisa tetap maju dan mampu bersaing, apalagi dalam mempertahankan iklim inviestasi bidang perikanan di Kota Bitung ini,”Ujar Walukow.
Sementara, Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelau-tan dan Perikanan, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan HIPKEN dan AKPN, meru-pakan hal yang sangat unik dan bernilai jual tinggi. “jangan jadikan laut sebagai halaman belakang rumah, tapi mari jadikan laut sebagai halan depan rumah, jangan mem-buang sampah di laut, karena laut memberikan kehiduoan bagi kita,”Ujar marwoto.
Usai sambutan, Marwoto bersama para undangan, diajak menaiki kapal perikanan me-nuju laut, selanjutnya melepas sejumlah benih ikan dan tabur bunga. Lebih meriah lagi, acara dilanjutkan dengan lomba renang selat lembeh, parade perahu hias dan balap perahu nelayan. Hadir dalam acra tersebut, Dirpolair polda Sulut, Kombes Pol, Endang Karnadi, Kapolres Bitung AKBP Satake Bayu SIK MSi, Adpel Bitung, Capt Petrus K Singale SH, Kadis perikanan dan kelautan, Ir hengky Wowor, kadis pariwisata, Drs B Lontoh MA, para camat dan jajaran for-kopimda Kota Bitung.(yappiletto)

BJM Pemimpin Masa Depan Sulut

Irjen Pol. DR Benny J Mamoto

Manado, KM
Gubernur Sulawesi Utara Dr SH Sarundajang mengatakan, calon pemimpin masa depan daerah ini harus berkarakter pemimpin sejati, berpengalaman serta telah berprestasi terhadap bangsa dan negara termasuk daerah nyiur melambai. Irjen Pol. DR Benny J Mamoto (BJM) didaulat sebagai satu dari sekian banyak putra daerah yang ada di Sulut, dengan kriteria tersebut.
Penilaian itu sebagaimana disuarakan Gubernur Sulut, DR (HC) Sinyo. H Sarundajang, dalam sambutannya dalam ibadah di Gereja KGPM Desa Pinabetengan, Kecamatan  Tompaso Kabupaten Minahasa, Minggu (30/9) kemarin.
Menurut SHS, selain berhasil memberantas peredaran narkotika di negeri ini, DR Benny Mamoto juga terpanggil melestarikan budaya daerah.
“Nyiur melambai lewat berbagai iven internasional maupun iven nasional dengan orientasi budaya seluruh etnis di Sulawesi Utara,” ujar Gubernur.
Selain itu Sarundajang menyebutakan, ditengah kesibukan sebagai deputy bidang pemberantasan BNN, DR Benny Mamoto masih juga melibatkan diri dalam gerakan peduli lingkungan melalui Sulut Green and Organik (SGO) tahun 2015. Tercatat ratusan kelompok tani binaan SGO telah berhasil mengembangkan berbagai tanaman dengan tingkat ke- ekonomian tinggi.
Sebelumnya, Sidang Jemaat KGPM Tompaso mendesak BJKM untuk maju pada pilkada Gubernur Sulut yang akan dihelat 2014 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pimpinan Sidang KGPM Getsemani Tompaso yang juga Hukum Tua Desa Tompaso Dua Utara, Jerry Pola. Menurutnya, itu didasari keteladanan yang dicontohi, terutama bentuik pengayoman kepada masyarakat. 
“Ketokohan putra daerah berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi itu, memang tak lagi diragukan. Apalagi, bentuk-bentuk kearifan yang dilakoni dalam beberapa tahun terakhir ini, yang secara langsung menyentuh sendi-sendih kehidupan masyarakat Sulut,” ujarnya.
Sementara Irjen-pol DR Benny Josua Mamoto SH MSi, berterima kasih atas dukungan tersebut. Namun, terkait Pilkada Sulut, BJM masih enggan memberikan kepastian soal maju tidaknya Deputy Pemberantasan BNN tersebut pada Pilgub Sulut mendatang. (JeffrieRM)

Jalan Pangu-Ratahan “Dicuekin” Pemprov

Sumendap Cs Jangan Hanya “Jual Kecap”

 James Sumendap
Ratahan,KM-
Kekecewaan masyarakat Mitra terkait belum adanya perhatian pemerintah terhadap sejumlah fasilitas jalan trans propinsi yang di Kabupaten Minahasa Tenggara salah satunya Jalan Pangu-Ratahan, berujung pada ditudingnnya para wakil rakyat yang duduk di DPRD Propinsi (Deprov) yang dinilai tidak bisa memperjuangkan hak masyarakat Mitra.
Kekesalan warga pun semakin menjadi saat salah satu anggota Deprov dapil Mitra-Minsel, James Sumendap dinilai mengumbar janji di hadapan masyarakat Mitra belum lama ini. Melihat hal ini Ketua LSM Gema Mitra Viddy Ngantung angkat bicara. Menurutnya, sejauh ini aspirasi rakyat yang di percayakan bagi para Sumendap Cs mubasir. “ Jangan di saat hanya   kepentingan baru Dia (Sumendap, red) datang dan mengubar janji bagi masyarakat, sebagaimana yang dilakukan baru baru ini” ujar Ngantung. Juga dikatakannya bahwa sudah harusnya sejak lama, semua anggota Deprov Dapil Mitra- Minsel memperjuangkan Jalan trans Pangu- Ratahan yang menjadi kewenangan Pemprov mengingat saat ini kerusakannya sudah sangat memprihatinkan. “ Kita lihat saja apa yang wakil rakyat kita di Deprov lakukan?. Jalan yang harusnya di prioritaskan tak  realisasinya. Trus lucunya datang di Mitra ketika sudah akan suksesi, dan menjanjikan macam-macam” ujar Ngantung kesal.
Diketahui di beberapa kesempatan terakhir saat dirinya mengunjungi kabupaten Mitra, Sumendap yang kini menjabat Plh Ketua DPC PDI-P Mitra, berjanji akan memperjuangkan perbaikan Jalan trans propinsi yang  di Mitra termasuk jalan Pangu-Ratahan di tahun anggaran mendatang mengingat diakuinya, di APBD-P 2012 (tahun ini) Pemprov masih belum akan di akomodir. Bahkan menariknya, Sumendap sempat menyebutkan   temuan BPK terkait jalan trans propinsi di Mitra yang pada pengerjaan sebelumnya dianggarkan dari APBD Mitra. (Marvel Pandaleke)

Mayulu: Sangadi Berpolitik Mundur

Hi Herson Mayulu SIP
Molibagu,KM–
Informasi yang beredar sejumlah Sangadi (Kepala Desa) juga menjadi pengurus Partai Politik (Parpol), mendapat tanggapan serius Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hi Herson Mayulu SIP.
Ditandaskan Mayulu, untuk menjaga netralitas dan stabilitas jangan ada Sangadi yang terjun ke Parpol praktis.
“Jika ingin terjun ke politik, maka sebaiknya mundur dari jabatanya sebagai sangadi. Ini untuk menjaga netralitas dan stabilitas,” ujarnya.
Dikatakannya, Pemilihan Legislatif (Pileg) tidak lama lagi sehingga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, maka sangadi harus benar-benar menempatkan diri sebagai pemimpin yang baik dan benar dengan tidak berpolitik.
Dikatakan, Sangadi pembina Parpol di Desa yang netralitasnya harus benar-benar dijaga.
Pernyataan bupati hemat sejumlah elemen masyarakat Bolsel, jangan sampai kasus Sangadi di daerah lain yang menjadi pengurus parpol tertentu terjadi di Bolsel.
“Jika sampai ada sangadi yang mejadi pengurus parpol. Di daerah lain kasus Sangadi menjadi pengurus parpol sudah ada. Akibatnya, stabilitas keamanan dan netralitas sudah tidak terjaga lagi,” ujar Hajirin M salah satu tokoh masyarakat Desa Nunuk.
Jauh sebelumnya sudah harus di antisipasi,sehingga peran dari Pemerintah Daerah (Pemda) sangat dibutuhkan saat ini,” tukas Hajirin.(Tox Manoppo) 

IPAL Bocor, Air Limbah Tembus Rumah Warga

Limbah PT Club Siksa Warga Airmadidi

Kebocoran pada bak penampung Limbah PT Club di Airmadidi
Minut, KM -
Pencemaran lingkungan kembali terjadi di Ibu Kota Kabupaten Minahasa Utara, Airmadidi. Khususnya warga yang tinggal di Kayu Besi Kelurahan Airmadidi Atas mengeluhkan keberadaan perusahaan air mineral PT Club. Pasalnya bak penampungan limbah perusahaan tersebut bocor hingga menggenangi sejumlah rumah warga.
Makin ironis lagi, air limbah tersebut berwarna serta mengeluarkan bau busuk. Warga makin kesal karena hal ini seperti dibiarkan pihak perusahaan, karena sudah berlangsung lama. “Sudah tiga bulan lalu, hal ini terjadi. Dan kami sudah melaporkan ke pihak pabrik, tapi hingga kini tak pernah diperbaiki,” ujar Tono, warga yang rumahnya menjadi korban genangan air dari limbah PT Club.
Patauan wartawan koran ini saat mendatangi lokasi, terlihat kebocoran terjadi di beberapa titik pada bak yang terletak di bagian kiri paling belakang pabrik. Genangan air pun terlihat melintasi sejumlah rumah warga. Bahkan tak jauh dari sumur milik warga. “Terpaksa kami tak bisa menggunakan air dari sumur ini untuk minum, hanya untuk mencuci saja,” sambung warga lainnya.
Dipantau dari salah satu rumah warga, terlihat bak penampungan yang sepertinya dibangun asal jadi. Karena di pinggir beberapa bak terlihat bocor, hingga air yang sudah berwarna merah itu tampak tergenang bersama sejumlah sampah. “Kami warga di sini setiap saat merasa takut jika bak ini roboh, sebab beberapa waktu lalu juga sempat roboh dan mengenai rumah warga,” keluh Hi Yusuf Nento.
Kaban Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Theo Lumingkewas yang dikonfirmasi mengatakan bahwa PT Club tidak memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin limbah cair. “Kami akan turun ke lokasi pada Senin nanti (hari ini,red),” terang Lumingkewas.
Pihak perusahaan yang coba dikonfirmasi belum berhasil didapat. Saat coba ditemui di pabrik, wartawan dilarang masuk. Pun saat coba dikonfirmasi lewat telepon selular nomor 082347206XXX, wartawan tidak mendapat jawaban.(hendrasamuel)

Terkait  Pengrusakan Pinawelaan dan Kameya

Aksi pengrusakan lokasi adat Pinawelaan yang didalangi oleh oknum Lurah Kakaskasen I

Dekot Hearing Muspika dan Lurah

Tomohon, KM –
Menindaklanjuti keluhan masyarakat adat terkait dengan pengrusakan situs budaya Pinawelaan dan Kameya di Kelurahan Kakaskasen I Keca-matan Tomohon Utara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon me-manggil hearing terhadap Ka-polsek Tomohon Utara AKP Roy Tangkuman, Danramil To-mohon Kapten Kaf. Ahmad Nurdin, Camat Tomohon Utara Herry Lantang SSTP dan Lurah Kakaskasen Satu, Emma Polii SPd.
Dalam hearing tersebut DPRD mendengarkan berbagai kete-rangan soal alasan mengapa pengrusakan dan pembakaran situs budaya Watu Kameya dan Pinawelaan dilakukan. Pihak pemerintah sendiri mengakui bahwa tindakan tersebut sudah direncanakan sejak lama dengan alasan ada laporan dari masya-rakat yang mengaku resah akibat aktifitas yang dilakukan di dua lokasi tersebut oleh sejumlah komunitas. Sementara, pihak Kepolisian dan TNI mengakui bahwa kehadiran mereka di lokasi kejadian hanya untuk pengamanan.
Disisi lain Drs Paulus Adrian Sembel sendiri menilai, peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/9) tersebut, justru terkesan rep-resif. “Tindakan ini berlebihan, karena sebelumnya tidak meng-undang pihak-pihak yang terli-bat dalam kegiatan di Pina-welaan dan Kameya untuk ber-dialog. Apalagi saat ‘penertiban’ justru dilakukan disaat masya-rakat melaksanakan agenda kerja bakti. Apakah ini bukan merupakan kegiatan yang su-dah diagendakan atau direnca-nakan sebelumnya? Tindakan ini harus diclearkan agar tidak menjadi preseden kemudian hari, dan jangan terjadi di tempat-tempat lain,” ujarnya.
Melkysedekk Tangkawarouw dari komisi C, secara langsung mengklarifikasi tentang apakah itu situs budaya atau tidak dan hal-hal lain yang sifatnya sosial. Terkait kasus ini, personil Komisi C, Drs Johanis Wilar juga menilai, seharusnya aparat harus kompak dan jangan saling mempersalahkan. Hadir dalam hearing ini, Drs Paulus Adrian Sembel, Melkysedekh Tangka-warouw, Jeffrie Montolalu SE, Ferdinand Mono Turang S.Sos, Dra Telly Sondakh dan Cherli Mantiri SH.
Seperti diketahui, Senin (24/9), sejumlah komunitas masya-rakat adat dari berbagai penjuru di Minahasa mendatangi DPRD Tomohon. Dalam dialog dengan para wakil rakyat, mereka me-ngaku menolak dengan tegas stigmatisasi ‘aliran sesat’ terha-dap mereka karena hal itu juga telah membuat mereka resah dan ketakutan. Mereka juga mene-gaskan, akan melakukan tuntutan hukum karena pengrusakan yang terjadi merupakan tindakan kriminal di wilayah privat, juga akan mengajukan gugatan perdata untuk ganti rugi dan keresahan akibat stigmatisasi tersebut, termasuk siap mela-kukan gugatan class action kepada pemerintah.(yoongki sumual)

Jumat, 28 September 2012

Warga Langowan Komit Perubahan


HAG didampingi para tim pemenangan selalu menyalami warga dengan rendah hati.
Langowan, KM -
Tim Pemenangan pasangan bakal calon bupati Minahasa, Hangky Arthur Gerungan (HAG dan Ricky Janeman Montong (RJM), terus memantapkan barisan pemenangan di semua lini.
Salah satunya melantik tim Pemenangan Alumni SMA I Langowan for HAG-RJM di lantai 5 Ruko Danly di Desa Wolaang Kecamatan Langowan, Kamis (27/09).
Menariknya, pelantikan dilakukan Ketua Tim Relawan HAG-RJM Langowan Raya, Jack Londa didampingi Wakil Ketua Reff Salangka, turut disaksikan Ketua Pengarah Tim Pemenangan Vanny Kaparang, Wakil Ketua Jost Th Pati, Danny Watie juga dihadiri tokoh masyarakat Ary Kaligis yang juga sesepuh Kota Langowan.
Usai melantik, Jack Londa selaku Ketua Tim Relawan Langowan Raya menekankan soal komitmen memajukan Minahasa yang harus dimulai dari sekarang melalui kemenangan HAG-RJM pada Pilkada 2012 ini.
“Mari tunjukkan komitmen kita dengan jujur serta kerja keras untuk memenangkan HAG-RJM,” tanda Londa.
Dukungan kuat warga Langowan Raya meski secara sukarela itu, disambut rasa haru HAG yang menyempatkan diri hadir.
“Saya berterima kasih atas dukungan para alumni SMA I Langowan, dan saya memberi apresiasi setinggi-tingginya dengan komitmen saudara-saudara,” tandas HAG.
Seusai pelantikan, tokoh masyarakat Langowan yang juga mantan anggota DPRD Minahasa, Welly Massie mengatakan, kerja keras tim relawan pilar pemenangan HAG-RJM wilayah itu diharapkan mempertahankan komitmen meski dibujuk dengan cara apapun.
“Jangan terpengaruh dengan bujuk rayu karena politik sangat rentan dengan hal-hal semacam itu, termasuk menghalalkan cara apapun untuk tujuan tertentu,” ujar Massie.
Lanjut dikatakan, masyarakat Minahasa harus jeli menentukan sikap dengan memilik pemimpin yang tepat. Belajarlah dari pemimpin-pemimpin sebelumnya yang ketahuan belakangan hanya pentingkan diri sendiri, sementara kepentingan masyarakat terabaikan.
“Jangan salah tentukan pilihan, dan pilihlah pemimpin yang dapat meberi perubahan bagi tanah Minahasa,” pungkasnya.(vanny)

Walikota Lepas Kontingen Rainas Tomohon

Walikota memberikan arahan pada upacara pelepasan Kontingen Raimuna Nasional X
Tomohon, KM —
Walikota Jimmy F Eman SE,Ak Jumat (28/9) kemarin melepas delegasi kepramukaan kota Tomohon untuk mengikuti Kegiatan Raimuna Nasional (Rainas) ke-X tahun 2012 di Jayapura Papua. Dalam seremonial yang dihelat dipelataran kantor Pemkot, walikota menyerukan agar para duta kepanduan ikut mengkampanyekan Tomohon sebagai Kota bunga selama berkegiatan.
“Salut kepada pimpinan sekaligus penanggung jawab kontingen serta para pembina bahkan adik-adik Pramuka yang sudah sejak jauh hari mempersiapkan diri guna mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai titipan, kontingen Kota Tomohon diharapkan sedapat mungkin bisa menjadi duta Kota Tomohon untuk mengkampanyekan Tomohon sebagai Kota bunga di arena Jayapura Papua,” ujar Walikota dalam sambutannya.
Lanjut kata Eman, kegiatan empat tahunan ini merupakan kegiatan bergengsi bagi kalangan Pramuka Penegak dan Pandega. Sehingga sangatlah berbangga kepada adik-adik Pramuka yang berada di tingkat SMA yang pada kesempatan ini mendapat kepercayaan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan Nasional seperti ini.
“Kepada kakak pembina, pimpinan kontingan agar benar-benar bertanggungjawab atas titipan adik-adik Pramuka sebagai duta Kota Tomohon. Apalagi ada 2 peserta yang berasal dari daerah Papua, akan tetapi kali mereka membawa nama besar Kota Tomohon di tanah mereka Jayapura. Seiring dengan pelaksanaan kegiatan tersebut tak lepas Pemerintah mengucapkan selamat dan sukses kepada kontingen,” pungkas Eman yang juga adalah Ketua Majelis Pembimbing Cabang Kota Tomohon itu.
Sementara itu, Fentje D Goni selaku penanggung jawab kontingen dalam laporannya
menyatakan kesiapan kontingen Kota Tomohun dalam Rainas kali ini. “Memang sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir, sedangkan untuk kesiapan penganggaran tim selain mendapat dana shering dari pemerintah kota juga ada dana shering partisipasi dari orang tua peserta serta donator. Sehingga pendanaan ini bisa mencukupi kebutuhan tim,” ujar Goni yang juga mantan kadis diknas itu.(yongkie sumual)

KPU Tomohon Warning Parpol

Tomohon, KM —
Ketua KPU Beldy Tombeg ST lembali mengemakan peringtatan kepada kalangan pengurus partai Politik yang ada di Kota Tomohon. Dimana, keterwakilan sejumlah parpol di Kota Tomohon terancam tak bisa mengikuti pemilihan umum tahun 2014, mengingat belum lengkapnya persyaratan untuk verifikasi sebagaimana tuntutan aturan perundangan.
Dikemukakan Tombeng, Sabtu (hari ini,red) merupakan batas akhir pemasukan sejumlah kelangkapan berkas Partai Politik sesuai dengan edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tahapan selanjutnya, sudah akan masuk pada fase verifikasi partai politik sesuai dengan tahapan.
Menuru Tombeng, KPU Tomohon akan menunggu hingga batas waktu yang sudah ditentukan, karennya bagi partai politik yang belum memenuhi semua kelengkapan administyrasi yang disyaratkan untuk segera melengkapinya. 
“Jika sampai batas waktu tidak juga dipenuhi semua yang jadi persyaratan, itu akan berimab pada partai politik itu sendiri dengan mengikuti proses demokrasi, baik itu pemilihan DPR, DPD, DPRD yang akan dilangsungkan pada 9 april 2014 mendatang” singkat Ketua KPU itu. (yongkie sumual)

Seruduk Mikrolet

Truck Captikus Diamankan Polres Bitung

Bitung,KM-
Ini mungkin bentuk perlawanan terhadap himbauan Kapolda Sulut, Brenti jo Bagate, pasalnya, ditengah-tengah gencarnya himbauan tersebut, Jumat (28/9) kemarin, mobil truck fuso, DB 8988 CY, dengan muatan 150 gallon captikus dalam kemasan dus, mengalami kecelakaan di ruas jalan HV Worang, kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir. Untung saja kejadian tersebut tak sempat memakan korban jiwa.
Menurut para sopir truck, Fian, dirinya tak tahu kalau muatan tersebut minuman terlarang. “saya tidak tahu kalau muatannya captikus, saya hanya disuruh bawa sampai ke Pelabuhan,”Ungkapnya. Ditanyakan tujuan muatan tersebut, dirinya hanya disuruh pemilik kendaraan. “Muatan ini dari seorang pengusaha di seputar manggadua, kelurahan girian indah,”Ungkapnya. Aparat kepolisian satuan lantas Polres Bitung, langsung mengamankan lokasi dan sopir kendaraan. “barang bukti kendaraan dan muatanya serta sopir, sudah kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,”Ujar Kasubag humas polres Bitung AKP Laurens Wuisan, sementara KBO Lantas Polres Bitung, Iptu Paul Douglas, didampingi kanit dikyasa, Ipda Oscar Orisu, mengawasi kendaraan bermuatan minuman haram tersebut.
Saksi mata di sekitar lokasi kejadian mengatakan, semua mobil truck mengalami jebol ban depan kanan, sehingga langsung menghantam mikrolet dan mobil dump truck, saat akan menyalib mikrolet didepannya. Informasi yang berhasil dirangkum Koran Manado, barang terlarang tersebut, akan di bawa ke pelabuhan Bitung dan akan di kirim ke Namlea dan ternate, melalui kapal milik PT Pelni KM Lambelu.(yappiletto)

Realisasi TKD Setdakab Minut Langgar Perbup


Minut, KM -
Mekanisme pemberian Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dilingkup pemerintahan Minahasa Utara (Minut), khususnya yang bertugas dibagian Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) tercium salahi aturan.
Akan hal ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKDD) Minut sebagai instansi yang bertugas melakukan verifikasi TKD akan bertindak tegas. “Untuk pemberian TKD, semua harus melalui tahapan pemeriksaan oleh BKD. Dan ini diatur dalam peraturan Bupati,” tandas Kepala BKDD Minut, Drs Aldrin Posumah MSi.
Menurut Posumah, permohonan pemberian TKD Setdakab seperti informasi yang diterimanya, langsung disodorkan ke pihak Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD). “Mekanismenya harus dikembalikan pada porsinya. Semua perlakuan aturan harus sama rata. Yang tidak disiplin di Setdakab bisa saja menerima TKD padahal seharusnya harus dipotong melalui hasil pemeriksaan BKD,” timpal Posumah.
Lagi dikatakan Posumah, verifikasi penerimaaan TKD semata-mata bentuk penegakan disiplin bagi seluruh PNS dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, sekaligus bisa diketahui apakah PNS tersebut bekerja sesuai aturan yang ditetapkan atau hanya asal-asalan dalam menjalankan tugas.
“Kedisiplinan merupakan syarat mutlak, dan itu harus dijalankan seluruh PNS Minut, tanpa terkecuali,” tegas Posumah.
Diakuninya pula, aktivitas PNS disekretariat selama ini sepertinya memang tidak terpantau utuh. Dengan berprosesnya TKD melalui BKDD, maka bisa diketahui sejauh mana PNS di Setdakab dalam menjalankan tugas. “Ini bertujuan agar keuangan daerah yang dikeluarkan untuk TKD PNS, bisa tepat sasaran. Jangan yang kerja asal-asalan TKD nya sama dengan PNS yang rajin dan disiplin dalam menjalankan tugas,” jelasnya sembari menambahkan, dirinya mempertaruhkan jabatan untuk menegakan disiplin PNS. “Apa yang saya lakukan demi kepentingan dan kemajuan daerah. Apa lagi, menyangkut penegakan displin PNS merupakan visi Bupati dan Wabup ,” tutup Posumah.(hendrasamuel)