no klik kanan

Jumat, 09 November 2012

39 Ribu Anggota Tim Dikantongi

Hangky Arther Gerungan menuai simpati karena dekat dengan masyarakat
HAG - RJM Lantik 10 Ribu Tim Kakas Raya
Tondano, KM

Spektakuler ! kata tersebut mungkin paling pas saat ini tergambar pada pelantikan tim independen dan tim khusus Hangky Arther Gerungan (HAG) dan Recky Janeman Montong (RJM), Jumat (9/11) kemarin. Pasalnya, dari seluruh pelaksanaan pelantikan tim pemenangan HAG-RJM di seluruh Kecamatan di Minahasa, wilayah Kakas Raya menciptakan rekor tersendiri, dengan dilantiknya kurang lebih 10.000 anggota tim Independen dan tim khusus.
Pantauan wartawan di lokasi pelantikan yang digelar dihalaman keluarga Prof Solang itu, ikut hadi Ketua DPD PDIP Sulut non aktif Freddy Harry Sualang, para tokoh dan pengurus Partai Golkar Sulut dan Minahasa seperti Jost Pati, Vanny Kaparang, Jufry Suak, Refly Salangka, Agustinus Sinaulang, Djems Lewu, Steven Galag dan Jefry Mambu, serta Ketua Tim Independen, Tito Sumampouw itu, tak mampu menampung puluhan ribu masyarakat yang hadir, sehingga hampir setengahnya berada diluar lokasi pelaksanaan.
Sementara itu, dengan dilantiknya 10 ribu tim pemenangan di Kakas Raya dan sebelumnya di Kecamatan Lembean Timur yang berjumlah 1.000 tim, maka total keseluruhan tim pemenangan HAG-RJM se Minahasa yang telah resmi dilantik di 25 Kecamatan berjumlah 39 ribu tim pemenangan.
Dalam pelantikan itu sendiri, Sualang saat member sambutan mengajak kepada seluruh tim yang telah dilantik, untuk bisa menyatukan jiwa bersama memenangkan HAG-RJM. “Pilihan kita sudah tepat, karena HAG-RJM adalah satu-satunya calon yang rendah hati, tidak sombong dan yang pasti takut akan Tuhan, dan perlu diingat pilihan saya kepada HAG-RJM dikarenakan saya mencintai tanah Minahasa, untuk menjadi Minahasa lebih maju dan sejahtera,” ungkap Sualang sembari mengajak kepada tim yang telah dilantik untuk terus semangat demi memenangkan HAG-RJM.
HAG sendiri, dalam sambutanya meminta kepada tim independen dan tim khusus yang telah dilantik, untuk melaksanakan tugas denga damai dan penuh kebersamaan. “Kita bina bersama rasa kekeluargaan yang ada, sehingga pada waktunya apa yang menjadi harapan kita bisa terwujud,” ujar HAG.
Dilain pihak, RJM sendiri terharu dengan kehadiran puluhan ribu warga Kakas yang hadir dalam pelantikan itu. Dimana menurutnya, dengan kehadiran tersebut maka hampir dipastikan HAG-RJM akan merebut tanah Minahasa, dalam Pemilukada Minahasa 12 Desember mendatang. “Namun perlu kita ingat bersama bahwa perjuangan itu perlu pengorbanan. Untuk itu, saya meminta kita semua untuk bisa berjuang dengan apa adanya, dan perlu ingat perjuangan harus sesuai aturan dan tanpa kekerasan. Dengan demikian, kemenangan akan bisa kita raih pada 12 Desember nanti,” tutur RJM.
Tito sendiri, menuturkan pemberiaan diri para tim Independen dan tim khusus HAG-RJM untuk dilantik, tidak akan sia-sia, karena menurutnya sosok HAG-RJM adalah yang baik daripada yang terbaik dan tidak akan membiarkan masyarakat. “Untuk itu mari kita bekerja semaksimal mungkin, untuk membawa rekan-rekan kita demi merebut perubahan di Minahasa yang kita cintai,” pintanya. (tim mc)

300 Paket Proyek Pemprov Serbu Minahasa

Tondano, KM  -
Ratusan paket pekerjaan tiba-tiba mengalir di wilayah padat penghuni dari Pemprov Sulut pada penghujung tahun 2012 ini. Ditelusuri alokasi sejumlah proyek perbaikan infrastruktur yang sedang dikerjakan, ternyata tanpa koordinasi terlebih dulu dengan Pemkab Minahasa.
Hal itu diungkapakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minahasa, Ir Jhon Kussoy, kepada sejumlah wartawan, Kamis (08/11).
“Pemkab Minahasa tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi soal kegiatan pekerjaan yang dilakukan Pemprov Sulut,” katanya.
Dikatakan, Pemkab Minahasa tak pernah tahu berapa paket pekerjaan ke-PU-an yang dikerjakan sekarang ini. Begitu juga lokasi-lokasi mana saja pekerjaan proyek dikerjakan pihaknya tidak pernah diberitahu sama sekali.
“Padahal kami berharap koordinasi, agar dapat memberikan masukan daerah mana saja yang butuh proyek,” tandas Kussoy.
Pun proyek tanpa koordinasi ini menyebabkan tumpang tindih pekerjaan di beberapa lokasi, karena sudah dianggarkan Pemkab Minahasa, juga dikerjakan Pemprov Sulut.
“Jadi sama-sama menganggarkan di satu lokasi, seperti contoh di Langowan, Desa Sea Kecamatan Pineleng, dan sejumlah tempat lain,” tuturnya.
Sepekan terakhir alat-alat berat Pemprov Sulut didatangkan menyerbu sejumlah wilayah Kabupaten Minahasa yang padat penghuni.
Terpantau harian ini di desa Wale Ure Kecamatan Langowan, Jumat (09/11) kemarin, alat berat Pemprov Sulut menggaruk tanah untuk perluasan jalan dari Pasar Langowan ke arah utara Desa Sumarayar.
Umumnya jalan yang disentuh alat-alat berat Pemprov Sulut, jalan–jalan rusak yang sudah puluhan tahun tak pernah disentuh proyek.
Menurut personil DPRD Provinsi Sulut, Serpha Manembu, sekitar 300 paket pekerjaan dari Pemprov Sulut akan menyerbu wilayah-wilayah Kabupaten Minahasa. Pekerjaan proyek tersebut antaranya pembangunan dan perbaikan jalan dan revitalisasi lingkungan masyarakat.
“DPRD Sulut dan Pemprov Sulut sama-sama menyusun anggaran untuk pekerjaan proyek-proyek di Minahasa,” ungkap Manembu.
Menariknya manuver yang dilakukan Pemprov Sulut ternyata dilakukan Pemkab Minahasa.
Pemkab Minahasa juga menggelontor dana terbilang besar untuk membujuk masyarakat dengan hal serupa.
Sejumlah infrastruktur yang padat penghuni, juga disentuh Pemkab Minahasa meski dengan cara apapun, seperti terungkap belum lama ini.
Baru-baru Pemkab Minahasa via Dinas Pertanian dan Perkebunan menyalurkan dana segar langsung ke tangan masyarakat sejumlah desa di Kecamatan Langowan Barat. Usut punya usut, ternyata yang disalurkan komunitas bernama CNR-Peduli diduga kuat dana bencana alam dari Pemkab Minahasa.
Baik Pemprov Sulut bersama top manajemen Gubernur Sinyo H Sarundajang dengan Bupati Minahasa Stevanus Vreeke Runtu (SVR), tampaknya sedang berlomba mengambil hati rakyat Minahasa dengan bujukkan proyek.
Menurut penilaian Meidy, warga Langowan kepada harian, diri malu dengan sikap Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa karena berusaha membujuk masyarakat dengan sejumlah proyek.
Meski begitu, diakui walau berbau kepentingan pencalonan Ivan Sarundajang yang tak lain putra Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang dan Careigh N RUntu (CNR), namun masuknya proyek cukup membantu masyarakat.
“Proyek silahkan saja masuk, tapi masyarakat tidak terpengaruh bujuk rayu mereka. Karena duit yang dipakai juga adalah duit masyarakat, bukan duit pribadi calon Pilkada,” tandas Meidy.
Diakuinya, dibalik semua proyek tersebut terdapat dua tokoh besar yang sama-sama punya kepentingan dari pencalonan adanknya, yakni Gubernur SHS dan Bupati SVR.
“Jadi jangan hanya karena kepentinganlah, karena masyarakat tidak dapat dibodohi. Masyarakat sudah tahu apa dibalik dari semua proyek- proyek ini,” pungkasnya.(fernando kembuan)

Pelaku Aniaya Wartawan Ditangkap Polisi

Manado, KM
Proses penyelidikan kasus penganiayaan terhadap dua wartawan masing-masing Rizky Pogaga (wartawan Media Sulut) dan Hendra Lumanauw (wartawan Koran Manado), serta satu warga yakni Bryan P, mulai menampakan hasil maksimal.
Terbukti, Jumat (9/11) sore dengan diamankannya HM alias Sky (20-an) warga Sario yang diduga merupakan salah satu pelaku utama pada penganiayaan terhadap wartawan. Sky diciduk di salah satu mall yang ada di Manado, kemudian digelandang menuju ruangan Propam Polda Sulut.
Ketika dikonfirmasi, Kapolda Sulut, Brigjen Dicky Atotoy melalui Kabid Propam AKBP Yusuf Setiadi menegaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sedangkan lelaki yang diamankan, untuk sementara dimintai keterangan sebagai saksi. Nantinya keterangan dari lelaki tersebut akan diketahui jika ada keterlibatan oknum anggota Polri. “Untuk penegakan disiplin diselidiki Propam Polda. Namun, untuk proses dugaan penganiayaan diserahkan ke Polresta Manado,” ungkap Setiadi kepada sejumlah wartawan.
Sebelumnya, Kapolda jajarannya untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menimpa dua wartawan dan satu warga yang diduga melibatkan oknum anggota Polisi. Bahkan, Kapolda menjamin pengusutan kasus ini akan dilakukan hingga tuntas tanpa pandang bulu. “Siapapun pelakunya harus diproses hukum, kami akan mengusut tuntas kasus itu,” tegas Kapolda.
Menurut pengakuan Rizky, peristiwa itu berawal dari lelaki yang diamankan tersebut. “Dia (Sky) yang tarik kerah baju saya,” singkat Rizky. Kejadian itu, kata Rizky berawal dari lokasi hiburan Corner Club yang berada dilantai 3 pada malam kejadian. Setelah itu peristiwa penganiayaan berlanjut hingga ke lokasi parkir depan Corner Club.
Seperti diketahui, peristiwa yang dialami tiga korban ini terjadi Kamis (25/10) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, di depan Corner Club kawasan Bahu Mall Manado. Korban diduga dikeroyok sejumlah orang diduga oknum aparat. Akibat penganiayaan ini, Rizky menderita pendarahan otak, patah hidung dan memar di sekujur tubuh. Sementara Hendra, selain mengalami luka patah tulang rusuk, luka robek di bagian kepala. Sedangkan Bryan mengalami luka memar disekujur tubuh dan luka robek dibagian kepala.(tim km)

Legislator PDIP Dimusuhi DPRD Manado

Manado, KM
Politisi PDI Perjuangan di DPRD Kota Manado Markho B Tampi, tiba-tiba dimusuhi sesama anggota DPRD Manado, selepas dirinya membeberkan perkiraan total anggaran perjalanan dinas di lembaga tersebut pada tahun 2012.
Tampi yang juga meminta agar anggaran tersebut dipangkas sebesar 40 persen pada pembahasan APBD 2013 mendatang dan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, seringkali ditelepon dan dikatakan sebagai pahlawan kesiangan.
“Saya disebut pahlawan kesiangan. Mereka bilang jangan main api kalau juga menikmati anggaran itu,” kata Tampi.
Tampi sendiri mengatakan jika dirinya tetap akan mendesak agar anggaran perjalanan dinas dipangkas karena selama dia melakukan perjalanan dinas, terdapat beberapa kegiatan yang tak sesuai dengan peruntukan anggaran tersebut.
“Saya ini kan hanya masuk lewat PAW. Ketika saya beberapa kali ikut perjalanan dinas saya melihat langsung ada beberapa kegiatan yang menurut hati kecil saya tak sepatutnya menggunakan anggaran daerah,” kata Tampi kembali.
Terpisah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan dr Richard Sualang mengatakan siap membela Markho B Tampi jika dia kini dimusuhi sejumlah anggota DPRD Kota Manado pasca dirinya meminta untuk memangkas anggaran perjalanan dinas yang dinilainya kurang efektif hingga 40 persen.
Sualang mengaku jika PDI Perjuangan akan memperjuangan kader mereka selama hal tersebut benar-benar untuk memperjuangkan hak masyarakat.
“Markho Tampi adalah kader PDI Perjuangan yang mempunyai pendapat tersendiri terkait dengan komitmennya terkait visi partai yang pro rakyat. Dan kami akan membelanya (Tampi),” kata Sualang.
Sekadar diinformasikan, dukungan Fraksi PDI Perjuangan kepada Markho Tampi sudah diperlihatkan pada pemandangan fraksi terkait dengan nota pengantar keuangan pembahasan APBD 2013, Kamis 8 November kemarin.
Dalam pandangan fraksi tersebut, jelas sekali Fraksi PDI Perjuangan membela Tampi dengan menyertakan pandangan untuk melakukan pemangkasan anggaran yang tidak efisiensi terutama perjalanan dinas.
Tampi sebelumnya meminta ada pengurangan anggaran perjalanan dinas sebesar 40 persen pada APBD 2013 yang akan dibahas mendatang.(tim km)

Dosen Unsrat Juara Karya Tulis di Perancis

Joy Elly Tulung, dosen Fakultas Ekonomi Unsrat memperlihatkan
hadiah yang dia peroleh pada lomba di Perancis. 
Manado, KM
Dosen Fakultas Ekonomi Unsrat yang kini tengah melanjutkan studi di Perancis, ternyata mampu mensejajarkan diri dengan sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang juga sedang menuntut ilmu di negara tersebut.
Terbukti, Joy Elly Tulung, Dosen Fakultas Ekonomi Unsrat yang sementara menyelesaikan program Doktor di SKEMA Business School, salah satu Universitas ternama di Perancis, mampu meraih juara kedua pada lomba Karya Tulis antar pelajar/mahasiswa Indonesia yang ada di Perancis.
Kegiatan yang digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Perancis itu, dilaksanakan saat Konferensi Nasional 2012, dengan tema Transformasi Sosial, yang mengambil tempat lomba di kota tertua di Perancis yaitu Marseille, mulai tanggal 3-4 November 2012.
Konferensi ini diadakan atas bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Marseille serta disponsori perusahaan Perancis Total dan Deloitte serta Bank Indonesia
Data yang diterima Koran Manado menyebutkan, dalam lomba ini dibagi tiga kategori yaitu social dan humaniora, teknik dan sains, serta bisnis dan ekonomi. Hasilnya, jumlah paper yang masuk ke panitia sebanyak 39 judul, dan yang lolos sebagai finalis sebanyal 14 paper.
Untuk final yang diadakan di Marseille setiap peserta mempresentasikan paper mereka dihadapan dewan juri yang berjumlah 4 orang, dengan disaksikan Konjen Indonesia di Marseille Adrianna Mala serta perwakilan dari KBRI Paris Arifi Saiman.
Menariknya, saat lomba digelar sekitar 100 orang dari berbagai perwakilan PPI di seluruh wilayah Prancis seperti dari Paris, Marseille, Nantes, Lille, Compiegne, Lyon, Bordeaux, Montpellier ikut hadir.
Dari penilaian serta presentasi yang dilakukan, dewan juri pun memutuskan, Joy Elly Tulung yang membawa hasil karya dengan judul “Pengaruh Keberagaman Top Management Team (Dewan direksi dan Dewan Komisaris) terhadap kinerja BPD se-Indonesia”, berhasil jadi terbaik kedua pada kategori Bisnis dan Ekonomi dan mendapat uang pembinaan sebesar 200 Euro, sementara Lita Barus, dosen Universitas Indonesia yang kuliah di Université de Technologie de Compiègne meraih juara pertama dan mendapat hadiah 300 Euro, untuk pemenang ketiga direbut Arditya Chandra (IUT Calais) mendapat hadiah 100 Euro.
Dalam keterangan via emailnya kemarin, Joy Elly Tulung dosen Fakultas Ekonomi Unsrat ini menyebut kemenangan ini juga menjadi kebanggaan buat Sulawesi Utara. “Kebetulan memang dari Sulut yang ikut lomba ini hanya saya sendiri, memang sempat risih juga tapi atas tuntunan Tuhan saya bisa berhasil menjadi pemenang kedua, ini juga saya persembahkan buat Fakultas Ekonomi Unsrat,” ujar suami dari Shintya Lonteng ini.
Dalam komunikasi tersebut, Joy juga menyebut dirinya sementara mempersiapkan paper yang nantinya akan dipresentasikan disejumlah konferensi yang akan diadakan di berbagai Negara di Eropa, karena itu sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi doctoral di SKEMA Business School. Meski agak berat namun ayah dari Ezra, Gamaliel, Jireh dan Seraphine, tetap yakin dan optimis dia bisa melakukannya. “Intinya tetap yakin dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan serta banyak berdoa,” kata Joy.(tim km)

Jalan Motongkad-Dodap Berlumpur

Boltim, KM-
Ketika hujan datang, jalan Motongkat menuju Dolap di Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) dipastikan akan berlumpur. Proyek jalan Nasional yang berada di Boltim itu menuai sorotan mulai, termasuk spesifikasi pekerjaan yang dinilai tak profesional.
Hal ini seperti proses pekerjaan jalan Nasional yang yang tengah dikerjakan oleh PT Karunia Jaya Sejati (KJS) yang berada di ruas jalan Motongkad-Dodap. Pasalnya ruas jalan tersebut saat ini, sangat menyiksa bagi para pengguna jalan, akibat proses pekerjaan pada cutingan tebing pinggir jalan untuk memperlebar jalan.
“Seharusnya pihak antisipasi, karena ini jalan publik, kalau seperti ini bisa saja warga yang dalam keadaan darurat seperti adanya rujukan warga yang sakit bisa terkendala dijalan ini,”pungkas Muhdi Pasma SE, salah satu PNS Boltim yang bertugas di Bagian Pembangunan.
Hal senada disampaikan, Sangadi Modayag II, Aidin Mamonto. Dia menuturkan, seharusnya perusaahan menyiapkan alat greder untuk membersihkan material tanah yang menganggu akses jalan.
“Kalau seperti ini apalagi hujan akan berlumpur, ini menggangu aktifitas warga pengguna jalan,”ucapnya.
LSM Swara Bogani, Rafik Mokodongan, menganggap pihak perusahaan tidak Profesional.
“Kelihatan perusahaan tidak profesional menjalankan pekerjaan jalan, walaupun tengah dikerjakan tetapi seharunya diantisipasi. Akibatnya antrian panjang terjadi. Apalagi ini akses jalan utama, baik dari Kotamobagu ke Boltim dan dari Manado ke Kotamobagu, lewat wilayah Boltim, perusahaan seperti ini harus diberikan teguran,”ujar Rafik .(Ismail Mokodompit)

Bangun RLH, Gaji PNS “Dipotong”

PNS: Kami Sudah Beri Sejak Tahun Lalu
Boroko, KM –

Terkait adanya program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut dalam membantu warga kurang mampu yakni memberikan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) kembali dipertanyakan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Pasalnya, anggaran yang telah dikumpul lewat sumbangan PNS dilingkup Pemkab Bolmut nilai sangat besar.
“Katanya akan dibangun RLH bagi warga tidak mampu, sedangkan menurut informasi, pengumpulan dana ini telah dilakukan sejak 2011 lalu, namun sampai saat ini uang tersebut belum ada realisasinya,” ujar sejumlah PNS Bolmut yang enggan namanya dikorankan.
Meski demikian beberapa PNS ketika dikonfirmasi mengakui bahwa sebagian gaji mereka telah disumbangkan untuk RHL ini.
“Potongan tergantung golongan dan jabatan, sedangkan kami golongan III tercatat sebagai staf memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta apalagi bagi mereka yang memiliki jabatan ataupun golongan IV,”sumber lagi.
“Kami berharap, realisasi RLH cepat dilakukan, sebab bantuan tersebut sudah diketahui masyarakat,”pungkas para PNS ini.(Santo)

Cuaca Ekstrim Mulai Mengancam

Molibagu, KM –
Kondisi cuaca belakangan ini yang mulai tidak menentu membuat warga Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), kembali diminta waspada. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrim seperti ini dan curah hujan yang cukup tinggi, bisa mendatangkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Dengan berbekal pengalaman tahun-tahun sebelumnya, warga pun terlihat mulai siap siaga untuk mengantisipasi jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Dimana warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng-lereng gunung mulai mengungsi, untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.
“Sebelum datang bencana torang somo antisipasi lebe dulu. Lebe bae torang mengungsi dulu di tampa yang aman, dari pada tiba-tima tengah malam ada banjir, sonimbole dapa lari,” aku sejumlah warga yang ada diwilayah Kecamatan Pinolosian dan Posigadan, yang tinggal di tempat rawan banjir dan tanah longsor. 
Warga kuatir, biasanya di penghujung tahun seperti ini, ancaman banjir selalu saja terjadi.  Kabag Humas Ahmadi Modeong saat dikonfirmasi, meminta agar masyarakt tetap waspada saat cuaca tidak menentu seperti ini. Sebab, curah hujan yang cukup tinggi bisa  mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
“Dihimbau agar warga yang tinggal di tempat-tempat rawan seperti di bantaran sungai dan lereng gunung, untuk mencari tempat yang lebih aman. Ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai ancaman cuaca,”cetus Modeong. (Tox)

Dua Fraksi Minta Bupati Roling Pejabat Bolmong

Bolmong, KM –
Dua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow, Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), mendesak Bupati Hi Salihi B Mokodongan dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk untuk segera melakukan rolling atau penggantian pejabat yang tersandung kasus hukum.
“Kami dari fraksi PAN meminta bupati dan wakil melakukan evaluasi terhadap kepala-kepala SKPD yang tersandung kasus hukum,”kata ketua Fraksi PAN, Mursan Ardiansyah Imban, diiyakan Suardi Baderan, Kamis (08/11) kemarin di gedung Dekab jalan Paloko Kinalang.
Dijelaskan, fraksi PAN tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait adanya sejumlah pejabat yang sudah di tetapkan sebagai tersangka.
“Kita tetap kedepankan asas praduga tak bersalah, apalagi memang belum ada keputusan hukum tetap. Tapi terkait pelayanan kepada masyarakat, ini tak bisa diabaikan,” tegas Imban.
Senada dikatakan ketua Fraksi PDIP, Welty Komaling, menurutnya, pejabat pemkab bolmong yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, memang sudah seharusnya segera diganti.
“Jika ada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka maka sudah harus dilakukan pergantian agar pelayanan kepada masyarakat maksimal,” tambah Welty.
Terkait dengan rencana Pemkab untuk memberikan bantuan hukum, Welty mengingatkan agar sikap Pemkab tak pilih kasih.
“Kalau pemda berencana akan memberikan bantuan hukum jangan terkesan pilih kasih. Semua pejabat yang tersandung kasus hukum harus diberikan bantuan hukum, jangan hanya pejabat tertentu,” ujarnya.(Mg1/Erwin)

Desa Togid-Tombolikat Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

BANJIR yang melanda di Desa Togid dan Desa Tombolikat Selatan, Kecamatan Tutuyan,
Kabupaten Bolmong Timur, Jumat (9/11) kemarin mengakibatkan puluhan rumah
disekitar sungai nyaris terseret arus.(foto: dok)
5 Jam Diguyur Hujan, Sungai Togid Meluap
Boltim, KM-

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bolmong Timur (Boltim), Jumat (9/11) kemarin sore sekitar pukul 14.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA mengakibatkan sungai Togid meluap. Akibatnya puluhan rumah yang berada di bantaran sungai ikut terendam banjir.
Rumah-rumah penduduk di Desa Togid dan Desa Tombolikat Selatan, Kecamatan Tutuyan paling banyak yang terendam. Ratusan warga pun akhirnya harus diungsikan. Selain rumah-rumah penduduk, kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) nyaris terseret banjir yang 50 centi meter. Sementara berbagai perabot rumah tangga dan hewan ternak tidak bisa diselamatkan. Begitu juga dengan ratusan hentar sawa penduduk jadi rusak akibat banjir kemarin.
Dari informasi yang berhasil dirangkum Koran Manado menyebutkan, bendungan di sungai Togid tidak dapat menampung debit air hujan menjadi penyebab.
“Banjir ini biasanya dengan Desa Tombolikat Induk, sampai Tutuyan. Tapi yang sering jadi langganan banjir ini Tombolikat Selatan,”kata Sabila warga Tutuyan.
Sejumlah warga yang menjadi korban banjir mengku, tidak ada persiapan. Bahkan banjir itu datang tiba-tiba sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan alat-alat rumah tangga, termasuk hewan peliharaan.
“Kami sudah panik, jadi lari meninggalkan rumah dengan baju di badan. Kami takut banjir akan semakin besar,”ungkap Om Tapa’ warga Desa Togid.
Warga lain yang mengku terkejut dengan banjir ini mengaku, tidak bisa berbuat banyak. Apalagi keselamatan jiwa lebih penting dibandingkan dengan harta. Di Desa Tombolikat Selatan, rumah milik Ibu Imeng, Kamal Matoka, Idu Mamonto dan Pak Guru Bonde rusak berat akibat banjir.
Bupati Sehan Landjar usai menghadiri acara di Kotamobagu langsung turun lapangan. Dari informasi yang didapat, Bupati menlihat dari dekat warga Desa Togid dan Tombolikat Selatan yang menjadi korban banjir. Bupati juga sempat menelusuri sebagian bantaran sungai Togid untuk melihat apakah masih ada warga yang tidak mengungsi.
“Bantuan pasti akan segera disediakan. Sekarang masyarakat yang menjadi korban banjir sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sampai saat ini belum ada informasi korban jiwa. Kami berharap warga yang tinggal dibantaran sungai Togid lebih berhati-hati, terutama disaat musim penghujan seperti ini. Imbauan ini jauh-jauh hari sebelum kejadian sudah saya sampaikan. Tapi syukur tidak terjadi hal-hal yang kita semua tidak inginkan,”ujar Bupati Sehan, tadi malam.
Sampai berita ini diturunkan, informasi yang didapat sampai pukul 17.30 WITA, ketinggian air belum turun atau masih 50 centi meter. Sementara jumlah kerugian materi belum di ketahui.(Ismail/onal)

Proyek Pasar Tradisional Lembeh Bermasalah

Ferry Bororing SE MSi
Bororing Turunkan Tim Teknis
Bitung,KM-

Dua paket pekerjaan pembangunan pasar tradisional di Kelurahan Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan, yang menuai sorotan warga setempat, di tanggapai Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Ferry Bororing SE MSi.
Menurut Bororing yang diwawancarai, Jumat (9/11) kemarin, pekerjaan proyek tersebut sudah di periksa panitia tender dari Dinas perindag dan pengawas lapangan.
“Ini masih dalam tahap pekerjaan dan masih pelaksanaan kontrak kerja, jika memang ada kekurangan dalam pelaksanaan pekerjaan, akan di perbaiki sesuai dengan kontrak dan kami selalu mengawasi pekerjaan tersebut,”Ujar Bororing.
Dirinya mengakui jika kunjungan anggota DPRD Bitung menemukan ada beberapa pekerjaan yang berbeda di dua proyek tersebut. “yang dikerjakan sesuai gambar, CV Persada, dengan anggaran Rp.351.680.000, sedangakan pekerjaan CV Mega Pratama dengan anggaran Rp 327.400.000, sudah lebih dari gambar yang ditenderkan,”ungkap Bororing.
Sementara, Ketua Komisi A Viktor Tatanude SH, meminta pemborong pekerjaan agar memperbaiki kwalitas kerja, karena bangunan pasar tersebut, akan dipakai warga dalam waktu yang relatif lama. “Kami akan awasi terus pekerjaan ini, jika ada tanda-tanda penyimpangan, akan berhadapan dengan hukum,”ujar Legislator PDIP yang terkenal vokal ini.(yappiletto)

Pegawai BRI Meregang Nyawa


 2 Warga Disambar Petir
Tomohon,KM—

Nasip apes dialami Rivano Mottoh (28), pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Tomohon Utara. Warga Kelurahan Uluindano Kecamatan Tomohon Selatan ini, Jumat (09/11) kemarin sekitar pukuil 13.30 Wita, dinyatakan tewas disambar petir di kompleks perkebunan Tumaraktak Kelurahan Paslaten kecamatan Tomohon Timur.
Awal kejadian Rivano berpapasan dengan warga Sumalangka Tondano Frencis Tumilantow (32) saat hujan deras. Keduanya mampir berteduh di salah satu pondok milik warga Paslaten.
Penuturan saksi mata, saat korban almarhum Rivano dan Frencis sedang berteduh di pondok secara tiba-tiba petir kuat menyambar tiang listrik di pinggiran jalan yang tak jauh dari pondok.
Karena dua korban sudah basah kuyup, sambaran petir ke tiang listrik yang terkontak kabel tegangan tinggi melintasi bagian atas pondok. Saat itu juga keduanya terkena sengatan serpihan petir yang mengandung arus listrik hingga terkapar jatuh ke tanah.
Nyawa Rivano Mottoh pegawai BRI tak tertolong karena langsung meninggal di tempat kejadian, sementara korban Frencis sempat dilarikan di rumah sakit Bethesda.
Kepolisian usai mendapat laporan warga langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi. Kapolres Tomohon melalui Kasat Reskrim AKP Agus Nangka membenarkan kejadian tersebut.
“Korban meninggal sudah diserahkan kepada keluarga dan keluarga korban meminta tidak perlu lagi dilakukan otopsi. Dan korban yang selamat kini masih dalam perawatan rumah sakit,” jelasnya.(yongkie sumual)

Tim Gabungan terus Bersihkan Atribut Pilkada

Warga Spontan Cabut Baliho
Tondano, KM -

Tim gabungan Komisi Pemilihan umum Daerah (KPUD) Minahasa, Panwaslu Minahasa, Polres Minahasa, dan Satpol PP Kabupaten Minahasa, terpantau terus melakukan pembersihan alat peraga atribut kampanye. Lokasi pembersihan, hingga Jumat (8/11) kemarin, meliputi Kecamatan Tondano Selatan, Tondano Timur, Remboken, Kakas, dan Eris.

Semua atribut kampanye yang belum diangkat tim pemenangan langung dicabut anggota Satpol PP.
Selain itu, pembersihan atribut juga dilakukan para pendukung pasangan calon secara spontanitas dengan mencabut atau menutupi baliho milik pasangan cabup-cawabup.
Anggota KPUD Minahasa, Decky Paseki kepada wartawan mengatakan, sebagian atribut disita diamankan di kantor KPUD Minahasa untuk kemudian dimusnahkan.
“Saya belum melihat hasil rekapan atribut kampanye yang telah disita, tapi diperkirakan lebih dari 200 buah,” ujar Paseki.
Lanjut dia, semua tim pemenangan bisa mencabut atau menutupi atribut kampanye masing-masing, dan dapat dipasang kembali setelah tahapan kampanye akhir November hingga awal Desember.
Demsi, warga Tondano kepada harian ini mengatakan, dirinya bersama warga lainnya spontanitas membantu tim gabungan menurunkan baliho yang masih terpajang. Menurut dia, itu dilakukan hanya sekedar membantu dan meringankan petugas tim gabungan saja.(fernando kembuan)

T2 Gandeng PLN Sosialisasi Listrik Pintar

Ratahan,KM-
Bupati Telly Tjanggulung Jumat (9/11) kemarin melakukan Senam Masal bersama warga kecamatan Pasan dan seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten Minahasa Tenggara, tak terkecuali para siswa siswa yang ada di kecamatan Pasan.
Dalam kegiatan ini, Bupati yang akrab disapa T2 ini, menggandeng pihak PLN Ratahan yang juga melakukan sosialisasi tentang penggunaan listrik pintar. Dalam sambutannya, T2 berharap kegiatan ini sekiranya dapat terus menjalin keakraban warga bersama jajaran pemerintah di Mitra, sekaligus membangun kwalitas kesehatan di masyarakat. “Bersyukur kita dapat melaksanakan kegiatan ini,doa saya semoga dengan diadakannya kegiatan ÀðÀ masyarakat pasan bisa hidup sehat setiap hari dan slalu menjaga kondisi badan agar segala aktifitas yg akan dilakukan tidak terganggu,” ujar T2.
Dalam kesempatan itu ikut diserahkan secara simbolis Kartu Tanda Penduduk elektronik kepada Camat Ratahan, Jefta Sengka oleh kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mitra, Drs. Sonny Wenas.
Turut hadir manajer  PLN area Manado Frans Lisi. Para pejabat Pemkab Mitra diantaranya Assisiten I Dra. Feibe Rondonuwu, Inspektur Mitra, Kadistarnak BA. Tinungki ,Kaban BLHKP Denny Porayow ,ka KBPP2A Tommy Soleman, Kadis Kesehatan Lili Mawati, Kadis Perhubungan Samy Mandagi, Kadis Pertambangan Jantje Loway, Kadis Perindakop Pieter Owu, Kadis Pariwisata Nasarudin Manoso, para staff ahli ,Kabag Humas Dr. Ezra Sengkey, Kabag TUP David Lalandos, Kabag Umum Ann Onsu, beserta sejumlah camat minus Camat Ratatotok. (marvel pandaleke)

Rapat Banggar Pemprov-Deprov Bahas Tol Manado-Bitung

Manado, KM –
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ir SR Mokodongan menjawab pertanyaan beberapa anggota Deprov, terkait aktifitas pertambangan PT MSM, pembebasan lahan tol Manado-Bitung hingga penerimaan pajak di kantor Samsat.
Menurut Mokodongan, aktifitas eksploitasi pertambangan oleh PT MSM baru berjalan setahun, sementara material tambang yang dihasilkan yang dikuatirkan banyak pihak tidak terkontrol, pihaknya menjamin telah dilakukan pengawasan oleh inspektur pertambangan.
“Kita tidak perlu kuatir karena disana kita tempatkan inspektur pertambangan. Hasil tambang tidak bisa keluar jika tidak diketahui inpektur pertambangan dan Bank Indonesia,” ujar Mokodongan dalam rapat Banggar di DPRD Sulut, Jumat (9/11) sore.
Terkait pembabasan lahan tol Manado-Bitung, Sekprov Sulut ini berjanji akan menyelesaikannya hingga akhir tahun ini.
“Baru dua minggu lalu kita minta BPN agar dibantu kiranya sampai akhir tahun ini dengan mem-BKO-kan semua petugas BPN yang ada di Sulut agar dimaksimalkan selesai hingga akhir tahun ini”.
Sementara untuk penerimaan pajak di kantor-kantor Samsat, diakui Mokodongan selama ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan KPK dan BPK.
“Jadi untuk Samsat kami telah menjalin kerjasama dengan KPK dan BPK untuk menghindari korupsi,” tambah Mokodongan.Rapat Banggar bersama TAPD ini dipimpin Ketua Deprov Meiva Salindeho-Lintang STh. Dari pihak TAPD, Mokodongan didampingi Kepala Pengelolah Keuangan Daerah Praseno Hadi, Kadispenda Gemmy Kawatu dan anggota TAPD lainnya.(onal)

Lima SKPD Diusulkan Raih Award Citra Adi Bhakti Utama

Manado, KM-
Lima SKPD Pemprov Sulut akan diusulkan untuk meraih penghargaan dalam pelayanan publik ke Kemenpan di Jakarta. Demikian, dikatakan Sekdaprov Ir SR Mokodongan, Kamis (08/11) kemarin.
“Targetnya adalah pemberian standar pelayanan publik sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 66 Tahun 2012 tentang Pelayanan Publik,” kata Mokodongan.
Menurutnya, ke Lima SKPD tersebut akan mewakili Sulawesi Utara karena dinilai memiliki kapasitas dalam standar pelayanan publik selama ini, dan berhak berkompetesi meraih penghargaan “award” Citra Adi Bhakti Utama”.
“Penghargaan ini diberikan kepada jajaran pemerintahan yang telah memberikan pelayanan publik sesuai standar. Kami optimis SKPD yang kami utus akan mendapatkan hasil maksimal,”ujar Mokodongan.
Dikatakannya, pelayanan publik yang telah diberikan jajaran Pemprov Sulut selama ini, hampir mendekati harapan masyarakat.
“Kalau masyarakat merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, itulah sesungguhnya yang menjadi esensi dari pelayanan publik. Dan apa yang telah dilakukan pemprov hampir memenuhi standar itu,”terang Mokodongan.
Mokodongan menambahkan, lima SKPD yang akan mewakili Sulawesi Utara adalah Balai Kesehatan Mata, Biro Pemerintahan dan Humas, Dinas Pendidikan Nasional, Badan Pelayanan Satu Pintu dan Rumah Sakit Ratumbuysang.
“Secara perlahan-lahan pelayanan yang diberikan aparat pemerintah di jajaran pemerintah provinsi diperbaiki menjadi lebih baik. Pemerintah provinsi juga sangat mengharapkan umpan balik dari masyarakat mengenai pelayanan yang diberikan selama ini,” ungkapnya.
Bahkan Mokodongan menuturkan, di masing-masing SKPD telah dibuatkan kotak saran untuk mengetahui apa respon masyarakat, dan dijadikan sebagai bahan perbaikan.(onal)

Pengembangan Kawasan Jembatan Soekarno Dipresentasikan

WALIKOTA Manado GS Vicky Lumentut mengikuti secara saksama penjelasan Dr Andi Siswanto
selaku pimpinan PT Wiswakharman tentang penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
kawasan jembatan Soekarno dan pasar Bersehati.(Foto: ist)
Manado, KM –
Untuk menata kawasan jembatan Soekarno dan pasar Bersehati menjadi kawasan yang representatif, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Jumat (9/11) kemarin, mengikuti presentase yang dibawakan pihak PT Wiswakharman Jakarta.
Presentase yang dilakukan tersebut mengulas tentang laporan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) kawasan jembatan Soekarno dan pasar Bersehati. Dihadapan Walikota, Dr Andi Siswanto selaku pimpinan PT Wiswakharman, mengatakan direncanakan ke depan tata bangunan pasar Bersehati sampai di Karang Ria akan ditingkatkan. “Kita akan kembangkan dan remajakan kawasan jembatan Soekarno dan pasar Bersehati, untuk mendukung visi Manado Kota Model Ekowisata,”ujar Siswanto.
Usai presentasi, Walikota menyambut baik rencana yang dikemukan pihak swasta untuk pengembangan kawasan tersebut. Memang, untuk membangun Kota Manado dibutuhkan peran serta semua pihak termasuk investor.
“Saya sambut baik rencana itu,”tandas Walikota.
Menurutnya, direncanakan setelah jembatan Soekarno selesai, akan dilakukan reklamasi tahap II yang berwawasan lingkungan. Turut hadir dalam presentase tersebut sejumlah instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Tata Kota dan Dinas Perhubungan.(jan torindatu)

Biaya BBM Mahal, PLN Disubsidi

Ir Santoso Januwarsono
Manado,KM –
Sampai saat ini PLN khususnya masih sulit membukukan keuntungan.Sebab antara harga jual energi listrik dengan harga pokok produksi listrik berbanding hampir 3 kali lipat.Yakni biaya produksi mencapai RP 2143 kWh sedangkan dijual ke konsumen rata-rata hanya Rp 744,68 kWh. “Selisihnya masih disubsidi pemerintah, “ujar Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero) Bagiyo Riawan dalam pertemuan dengan komisi VI DPR bidang perdagangan, perindustrian, investasi koperasi.UKM,BUMN dan standarisai nadional di aula Mapaluse kantor Gubernur. Biaya tinggi ini menurut Bagiyo yang didampingi GM PT PLN (persero) Wilayah Suluttenggo Ir Santoso Januwarsono dan GM UIP Ring Sulmapa Suaib Zakaria disebabkan mayoritas atau 49 persen pembangkit di Sulut masih PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) .”Karena masih pakai BBM (Bahan Bakar Minyak) yang mahal,”terang Bagiyo.Oleh sebab itu PLN sementara menggenjot pembangunan pembangkit dari energi primer non BBM seperti panas bumi,tenaga air,tenaga surya,batu bara dan energi terbarukan”. “Investasinya besar maka kami mohon dukungan Komisi VIuntuk memperjuangkan pendanaanya. Karena ada beberapa pembangkit yang sedang menunggu pendanaan, ujar Bagiyo.(ferry balao)

Senin, Kedutaan India Gelar Seminar IT di Unsrat

Wakil Kedutaan Besar India di Indonesia, Mr Raveesh Kumar dan Sekretaris Kedua Bagian Media,
N Ramakrishnan saat melakukan konferensi pers bersama wartawan pos liputan Pendidikan,
di Hotel Sintesa Peninsula, Manado pada Jumat (9/11) semalam. (foto: otnie/KM)
Manado,KM—
Perayaan kerjasama antara India dengan ASEAN di Indonesia akan berlangsung selama dua bulan, yakni bulan Oktober dan November. Dari jadwal yang telah ditetapkan oleh kedutaan besar (kedubes) India, salah satu Universitas yang akan dikunjungi yaitu Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk menggelar seminar Informasi dan Teknologi (IT).
Hal ini dikatakan Wakil Duta Besar India, Mr Raveesh Kumar kepada wartawan di sela-sela konferensi pers di Hotel Sintesa Peninsula, Manado Jumat (9/11). “Memang Unsrat dipilih menjadi salah satu Universitas yang akan dikunjungi untuk menggelar seminar IT pada Senin pekan depan,” kata pria yang sudah 10 tahun menetap di Indonesia ini.
Dia menyebutkan seminar IT ini akan dihadiri langsung Konsulat India dan puluhan pengusaha dari India. “Kami berharap ada juga pengusaha yang ikut hadir, karena kami ingin berbagi dengan para pengusaha di Sulut,” paparnya.
Ditambahkannya juga, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Indonesia. “Sebelumnya kami di Padang, Bali, Jakarta kemudian Manado,” tandasnya.
Kumar juga menjelaskan bahwa Sulawesi Utara adalah daerah ke-5 yang dikunjungi tim ekspedisi setelah Padang, Bali, Jakarta dan Bandung. “Kami memandang Sulawesi Utara sebagai provinsi yang penting di Pulau Sulawesi dalam rangka memperkuat kerjasama India dengan Indonesia,” ujar Kumar.
Selain itu lanjutnya, terkait rencana kedatangan kapal layar INS Sudarshini pada Sabtu 10 November hari ini membawa misi persahabatan. Kami juga mengajak para wartawan untuk mengikuti bersama-sama menyaksikan kapal Sudarshini yang akan berlabuh di pelabuhan Bitung.
Dia menambahkan, tujuan kedatangan kapal layar India dan acara seminar terbuka digelar untuk memperingati 20 tahun hubungan kerjasama antara India-Indonesia. India memandang Indonesia punya banyak kesamaan dalam bidang ideologi dan budaya termasuk kesamaaan dalam filosofi Bhinneka Tunggal Ika. (otnie)

Kamis, 08 November 2012

Sualang: Satukan Hati Untuk HAG-RJM

Ketua DPD PDIP non aktif Freddy Harry Sualang memberikan sambutan
dalam acara pelantikan 2000 tim pemenangan HAG-RJM se Kecamatan Langowan dan Tompaso.
2.000 Tim Pemenangan Langowan dan Tompaso Dilantik 
Tondano, KM -
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, Hangky Arther Gerungan (HAG) dan Recky Janeman Montong (RJM), Kamis (8/11) kemarin resmi melantik 2.000 tim pemenangan tingkat jaga dan desa HAG-RJM se Kecamatan Langowan Barat, Langowan Utara dan Tompaso Raya.
Pelantikan yang digelar di aula pertemuan Desa Waleure Kecamatan Langowan Timur itu, juga turut dihadiri Ketua PDIP Sulut non aktif Freddy Harry Sualang, Tokoh Partai Golkar Sulut, Jost Patti, Vanny Kaparang, serta Ketua Tim Independen HAG-RJM, Tito Sumampouw dan sejumlah tokoh masyarakat Langowan, diantaranya Rudi Saerang putra mantan Bupati Minahasa, Alm. Laurens Saerang, Robby Rewah, Uta Memah dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Saat menyampaikan sambutannya, Sualang menuturkan HAG-RJM adalah kandidat terbaik yang mampu mensejahterakan masyarakat Minahasa. “Untuk itu satukan hati kita tetapkan pikiran kita untuk HAG dan RJM serta bulatkan tekad kita untuk kemenangan bersama rakyat Minahasa,” ujarnya.
Lebih lanjut Sualang pun meminta seluruh pendukung HAG-RJM untuk bisa bekerja baik tanpa melakukan kampanye hitam. “Permaian kotor tidak akan menjadi berkat bagi kita semua, untuk itu marilah kita bekerja dengan baik dan benar, untuk kemenangan HAG-RJM,” pinta mantan Wakil Gubernur Sulut dua periode ini.
Sementara itu, HAG sendiri dalam sambutanya menuturkan bahwa siapapun yang mau bergabung dalam tim pemenangan HAG-RJM adalah pejuang-pejuang untuk perubahan di Minahasa. “Untuk itu, saya mengajak kepada semua yang telah dilantik untuk marilah kita berjuang dan bekerja secara bersama-sama, hingga pada hari waktunya. Dan saya secara pribadi, mengucapkan terima-kasih atas, pemberiaan diri dari bapak, ibu, saudara dan saudari untuk menjadi tim independen HAG-RJM, mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan bisa tercapai,” ungkapnya.
Dilain pihak, RJM sendiri meminta kepada tim yang telah dilantik, bisa bekerja dengan kompak serta saling menghargai satu sama lain. “Marilah kita bekerja dengan elegan tanpa kekerasan, dan menurut kami, orang-orang yang hadir ditempat ini, terutama bagi mereka yang telah dilantik adalah orang benar yang berada ditempat yang benar dan yang menginginkan adanya pembaharuan dan perubahan di Minahasa,” terang RJM.
Tito sendiri, mengajak kepada tim yang telah dilantik untuk bisa bekerjasama dengan baik untuk memenangkan HAG-RJM. “Kita semua adalah pejuang-pejuang restorasi, yang menginginkan Minahasa lebih baik lagi, untuk itu saya meminta kepada tim yang telah dilantik, untuk bisa melaksanakan tugas, kerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,” tutup Tito. (tim mc)

Panwaslu Minahasa Tindaklanjuti Keterlibatan PNS

Fentje Bawengan
Terkait Pelanggaran Pemilukada
Tondano,KM -

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Minahasa, hingga kini telah menerima sepuluh laporan temuan pelanggaran Pemilukada yang telah dilaporkan  ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minahasa.
Dimana, dari sepuluh laporan tersebut, sekitar delapan pelanggaran telah ditindaklanjuti dengan pemberian rekomendasi.
Fentje Bawengan, anggota Panwalukada Minahasa, kepada sejumlah wartawan, menjelaskan pihaknya sangat terbuka untuk menerima laporan dugaan penyimpangan dari masyarakat. Dirinya menjelaskan, beberapa laporan yang masuk adalah dugaan keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam aktifitas Partai Politik (Parpol), dugaan penyimpangan bukti dukungan calon perseorangan, dugaan kesalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT), sampai yang terbaru adalah dugaan penyimpangan pemberian bantuan oleh pasangan calon tertentu.
Menurutnya,laporan yang mereka terima mulai dari proses pendaftaran pasangan calon di KPUD Minahasa, Agustus lalu.
“Semua dugaan penyimpangan itu berasal dari laporan masyarakat dan temuan Panwaslukada Minahasa. Kami telah memproses laporan yang masuk, dan sebagian besar telah dibuatkan rekomendasi kepada KPUD Minahasa dan pihak terkait lainnya,”ujar Bawengan.
Lanjut Bawengan, Panwaslukada Minahasa tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi pada oknum yang melanggar aturan. Kewenangan Panwaslukada hanyalah memberikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pihak berwenang dalam hal ini KPUD.
Dirinya mencontohkan, beberapa surat rekomendasi yang telah disampaikan ke pihak KPUD, diantaranya surat rekomendasi yang diberikan kepada atasan PNS yang kedapatan hadir dalam kegiatan pendaftaran pasangan calon.
Selain itu juga, rekomendasi lain yang telah dikeluarkan adalah rekomendasi kepada KPUD Minahasa untuk mengakomodir dalam DPT warga Desa Tikela dan Sawangan, Kecamatan Tombulu yang belum sempat terdata.
Bawengan menjelaskan, dalam proses pengawasan, Panwaslukada Minahasa lebih menekankan pada tindakan pencegahan. Menurutnya, pencegahan dianggap lebih tepat untuk meminimalisir pelanggaran dalam tahapan Pemilukada Minahasa.
“Contoh tindakan pencegahan yang telah kami lakukan adalah memberi penjelasan dan peringatan pada beberapa tim sukses, untuk tidak menyampaikan visi dan misi serta mengajak warga untuk memilih pasangan calon tertentu dalam acara pelantikan tim pemenangan,”ujar aktifis pers tersebut.
Bawengan juga  menjelaskan, walau menekankan pada tindakan pencegahan, namun bukan berarti pihaknya tidak tegas dalam memproses semua laporan dan temuan penyimpangan. Langkah tegas tetap dilakukan untuk memberikan efek jera pada pihak yang melanggar aturan.(fernando kembuan)

Belanja Pelayanan Walikota Turun 1,4 Miliar

Jimmy F Eman SE,Ak
Tomohon, KM –
Bentuk komitmen Walikota Tomohon untuk melakukan penghematan dalam pengelolaan dan pemanfaatan anggaran yang ada ternyata tidak main-main.
Betapa tidak salah satu item anggaran kegiatan seperti Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah yang sebelum dilakukan perubahan anggaran tertata sekitar Rp 6.356.350.000.00 miliar, dan setelah dilakukan perubahan APBD tahun anggaran 2012 ini mengalami penurunan anggaran menjadi sekitar Rp.4.926.980.000.00 miliar rupiah atau berkurang sekitar 22.49 persen.
Jika sebelumnya Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE,Ak terus menggaungkan agar semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan penghematan dalam artian tidak mengurangi item kegiatan tetapi melakukan penghematan biaya anggaran kegiatan.
Ketua Komisi A Dekot Tomohon Drs Paulus Sembel sudah mengungkapkan, dimana penghematan anggaran sedapat mungkin bisa dilakukan oleh Walikota Tomohon selaku pemangku kebijakan pemerintahan daerah secara menyeluruh, namun dalam hal penghematan sedapat mungkin di usahakan
tidak menggangu atau menyurutkan kegiatan yang sudah terprogramkan, kemungkinan
dikandung maksud penghematan ini dalam hal pembiayaan kegiatan, tapi sekali lagi tidak menggangu proses kegiatan yang dilaksanakan,” ujar Sembel.(yongkie sumual)

Komisi IX DPRD RI Serap Aspirasi Masyarakat Kotamobagu

Kotamobagu, KM -
Kunjungan Kerja (Kunker)  Komisi IX DPR-RI di Kotamobagu, Kamis (08/11) kemarin ke Kotamobagu, disambut Wali Kota Kotamobagu, Drs Djelantik Mokodompit di rumah dinas.
Pada kesempatan itu, Komisi IX DPR-RI  datang bersama-sama dengan mitra kerja dari Kementrian Kesehatan, BPPOM, PT Askes, PT Jamsostek, Kemenetrans, serta BKKBN.
Selain Walikota Kotamobagu, hadir juga Wakil Bupati Bolmut, Depri Pontoh serta seluruh anggota DPRD Kotamobagu dan Bolmong dan Forkopimda. Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Drs Hi  Irgan Khairul Mahfiz Msi mengatakan,  kunjungan  mereka ke Kotamobagu merupakan agenda reses.
“Kami datang dengan membawa mitra kerja, biar semua aspirasi masyarakat kotamobagu bisa langsung di terima dan mendapat Respon,”ujar Irgan.
Dia juga menuturkan, untuk Kotamobagu sendiri dengan adanya penyerapan aspirasi masyarakat ini, dipastikan semuanya akan di tindak lanjuti.
“Contohnya, Kotamobagu langsung dapat bantuan satu unit mobil ambulance dari Kementrian Kesehatan dan terbukti inilah hasil Kunker kami,”pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lapangan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kotamobagu yang direncanakan akan di jadikan rumah sakit rujukan.(Mg1/Erwin)

SHS Setujui Datangkan Bakosurtanal

Masalah Tapal Batas Jadi Polemik di Buyat
Boltim, KM-
Sampai dengan saat ini, persoalan tapal batas antara Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) belum juga tuntas, padahal sudah disepakati dua daerah tersebut untuk di tangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov), akan tetapi masih berlarut-larut karena belum ada kepastian penentuan tapal batas dua daerah itu sendiri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boltim, Ir Mohamad Assagaf, kepada beberapa wartawan, Kamis (8/11) kemarin mengungkapkan untuk penentuan tapal batas, saat ini sudah ada rekomendasi DPRD Kabupaten Boltim, yang meminta eksekutiv melalui Bupati untuk jangan dulu menandatangani masalah penentuan batas itu sendiri.
“Hasil rekom DPRD sudah diusulkan ke Gubernur Pemprov Sulut, yang meminta Bupati jangan dulu menandatangani soal tapal batas, yang sebaiknya perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu didua daerah , agar jelas penentuannya,”pungkas Assagaf.
Dia juga mengungkapkan bahwa hal ini sudah disetujui oleh Gubernur termasuk nantinya akan mendatangkan pihak Badan Koordinator Survey Pertanahan Nasional (Bakosurtanal).
“Usulan pemkab Boltim sudah disetujui oleh Gubernur  termasuk nantinya untuk mendatangkan pihak Bakosurtanal yang akan dibiaya oleh Pemprov Sulut,”beber Assagaf. (Ismail Mokodompit)

13 Honorer Kotamobagu LuLus Verifikasi

Kotamobagu, KM -
Sekertaris Kota (Sekot) Kotamobagu, Mustafa Limbalo menyampaikan, sebanyak 13 Honor Daerah (Honda) dinyatakan lulus tahap pertama. Kelulusan ini kata Limbalo, berdasarkan surat BKN No K26-30/V.302-5/99 tanggal 28 Agustus 2012 perihal pengadaan Calon PNS Formasi tahun anggaran 2012.
Sekkot juga mengatakan, data tersebut juga telah diumumkan secara resmi di situs Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat  , www.bkn.go.id pada, Jumat (30/03) lalu yang diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotamobagu.
“Selasa 6 November pukul 15.00 di BKDD Kotamobagu untuk segerah memenuhi persyaratan administrasi,”tandas Limbalo.
Nama-nama Honda yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni, Utin Paputungan,  Tiwi Kolopita,  Jolanda Budiman,  Olyvia V Komaling,  Ledia Makalalag,  Rosdiana Kawuwung,  Titin P Binol, Julaeha Gaib,  Patra Mamonto, Moh Ramli Paputungan, Jusdiansa Dadu, Romi A Mokodongan, Sri W Damopolii.(Mg1/Erwin)

Proyek Jalan Lingkar Toluaya Disorot

Molibagu,KM –
Pekerjaan proyek fisik peningkatan jalan lingkar di Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki diduga kuat tidak memiliki kualitas yang baik. Indikasi buruknya pekerjaan jalan aspal jenis hotmix ini, dapat dilihat secara fisik. Dimana, lapisan aspal yang tipis serta lapisan material dasar kualitasnya sangat buruk dan mudah rusak.
Pagu anggaran pada proyek yang dilelang oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kimpraswil  Bolsel ini, mencapai Rp 2,257 Miliar lebih. Namun, pada tingkat realisasi pekerjaan di lapangan bahan yang dipakai disinyalir tidak sesuai dengan spesifikasi dan bestek di dalam kontrak.
“Ada tahapan pengerjaan yang tidak dilakukan oleh kontraktor. Sehingga, kualitas jalan jadi buruk dan mudah rusak,” ungkap sejumlah warga di Desa Toluaya.
Pantauan Koran Manado, disepanjang jalan lingkar Desa Toluaya tersebut, kondisinya sangat buruk karena jalanya bergelombang dan mudah hancur. Pori-pori lapisan permukaan aspal nampak terbuka lebar dan berpotensi mudah terbongkar dalam kurun waktu tidak lama.
Disisi lain, proyek peningkatan jalan lingkar yang ditangani oleh CV Bentara Prima aneh dan misterius, karena merupakan proyek lanjutan dari sumber anggarannya yang juga tidak jelas.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kuat dugaan proyek tersebut menggunakan dana bencana alam. Sementara proyek sebelum lanjutan ini anggarannya bersumber dari dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID). Bila ini benar, pelaksanaan proyek tersebut telah terjadi penyimpangan maka sudah pasti akang berhadapan dengan hukum.
Sementara, menurut warga setempat, jalan lingkar ini harus memiliki kualitas yang baik sesuai dengan besaran dana yang digunakan.
“Kalau hasilnya buruk, kami (warga) sendiri yang nantinya akan membongkar  jalan itu,” ancam warga. Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kadis PU Sahril Gaib belum berhasil dikonfirmasi dihubungi melalui telpon gengamnya dalam keadaan tidak aktif.(tox)

Pasca Tawuran, Kondisi Imandi-Tambun Kondusif

PROSESI penguburan salah satu warga yang menjadi korban dalam Tarkam
antara Desa Tambun dan Imandi beberapa waktu lalu.(foto ist)
Dumoga, KM-
Pasca Tawuran Antar Kampung (Tarkam) yang terjadi antara Desa Pinonobatuan (Tambun) dan Imandi Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolmong, berangsur-angsur kondusif. Seperti diketahui, sepekan terakhir, korban jatuh sudah 3 orang, 1 di antaranya tewas diduga terkena peluru nyasar dan dua lagi terkena peluru karet aparat keamanan yang berusaha menghentikan pertikaian, pasca pemakaman korban pertama.
“Sejak malam kemarin saya sudah bisa sedikit tidur setelah terus memantau di dua desa tersebut. Situasi keamanan di daerah tersebut kini sudah kondusif,” ujar Timur Yohanis, Camat Dumoga Timur.
Sementara itu, Kepala Biro Ops Polda Sulawesi Utara, Kombes Polisi Adhi S Putra menyatakan, pihaknya telah menempatkan aparat keamanan, khususnya Brigade Mobil, di beberapa titik rawan di antara kedua desa agar terus menjaga keamanan pasca rusuh yang sudah mulai menurun tensinya.
“Kita siaga 1 di antara kedua desa, mencegah peristiwa ini terjadi lagi,” kata Adhi.
Seperti diketahui, Polda Sulut telah menambah personil untuk pengamanan di daerah yang sudah beberapa tahun bertikai itu. Polda menurunkan 130 personil brigade mobil (brimob), 30 personil Sabhara dan tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditresum). Bahkan, empat pejabat berpangkat Komisaris Besar (Kombes) yang ada di Polda, turut diikutsertakan dalam pengamanan di Dumoga Timur tersebut.(tim km)

Pemilukada Bolmut Mulai Memanas

Boroko, KM –
Nuansa politik di Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut) jelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2013 mendatang mulai memanas. Beberapa nama mulai digadang-gadangkan menjadi pemimpin di Kabupaten Kota Pemekaran dari Bolaang Mongondouw (Bolmong) itu.
Tak tanggung-tanggung, nama yang mencuat seperti Karel Bangko SH. Bahkan, diketahui Ketua DPRD Bolmut ini telah mensosialisasikan dirinya untuk duduk di kursi orang nomor satu di Bolmut. Sementara itu, incumbent Bupati, Drs Hamdan Datunsolang  (HD) dan Wakil Bupati, Drs Depri Pontoh (DP) terus mendapat dukungan dari para simpatisan untuk maju memperebutkan orang nomor satu di Kabupaten padi ini.
Bahkan informasi yang berhasil dihimpun harian koran ini menyebutkan, HD saat ini digadang-gadangkan akan berpasangan dengan  Farid Lauma anggota DPRD Provinsi Sulut dari Partai Amanat Nasiolan (PAN), Ketua DPD II PG Bolmut, Karel Bangko SH berpasangan dengan Sekab Bolmut, Recky Posumah MSi, dan Wakil Bupati Drs Depri Pontoh (DP) berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Bolmut, Cristofel Popo Buhang SSos.
Kabar tersebut langsung mendapat tanggapan dari Depri Pontoh, dan wakil Ketua Dekab Bolmut Cristofel Popo Buhang. Menurut mereka informasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat adalah lumrah dalam menghadapi pesta demokrasi.
“Saya dengar-dengar masyarakat mulai berani memprediksi pasangan yang akan maju,”ujar Buhang.
Diberbagai kesempatan, Depri selalu mengimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Bolmut untuk tetap menjaga persatuan-dan kesatuan,”ajak Pontoh.
Sementara Datunsolang yang masi berpeluang besar dalam mempertahankan DB I H mengatakan, tidak akan tergesa-gesa.
“Memang benar banyak masyarakat yang datang meminta saya untuk maju kembali. Bahkan beberapa partai besar telah meminta saya untuk melanjutkan pemerintahan ini. Namun sikap yang diambil sekarang ini, lebih memilih untuk bersabar menunggu timing yang tepat, kapan pernyataan akan maju dan dengan siapa,”tandasnya. (Santo)

Tim Penilai Adipura Periksa Minut

Minut, KM -
Penilaian tahap I Adipura, sudah dijalankan, termasuk melihat kondisi kebersihan dan pelestarian di Minut yang menjadi salah satu daerah untuk meraih titel lingkungan tertinggi di Indonesia itu. Kamis (08/11) kemarin, tim penilai Adipura melihat langsung kondisi kebersihan lingkungan di Minut yang langsung didampingi Kepala BPLH Minut Theo Lumingkewas dan bertemu langsung Bupati Drs Sompie Singal MBA. “Ada beberapa catatan yang diberikan tim penilai kepada daerah, sehingga tahap berikut bisa dibenahi,” jelas Lumingkewas. Tim penilai itu sendiri, ada dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan BLH provinsi. Lanjutnya, dalam waktu dekat ini, semua itu sudah mulai ditangani dan catatan yang diberikan tim penilai akan segera dibenahi termasuk kondisi titik lokus yang masih kotor. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin ketika memasuki penilaian tahap II semua itu sudah bersih,” ungkap Theo. Ada beberapa kecamatan yang wilayahnya masih kotor termasuk pasar dan juga TPA yang perlu ditata, sejumlah hal itu menjadi catatan penting yang diberikan tim penilai.(hendrasamuel)

Proyek Pasar Tradisional Tandurusa Diduga Bermasalah

LEGISLATOR PDI Perjuangan, Viktor Tatanude SH dan
politisi PKPI Suparman Boy Gumolung (keduanya baju singlet),
meninjau lokasi pembangunan pasar Tandurusa yang diduga bermasalah.(Foto: Yappi/KM)
Bitung,KM-
Pembangunan gedung pasar tradisional tandurusa, dengan anggaran Rp.990.750.000,- dari alokasi dara APBN tahun anggaran 2012, melalui dinas perindustrian dan perdagangan (perindag) di pertanyakan warga, pasalnya, proyek yang dikerjakan CV Enola tersebut, diduga tidak sesuai bestek. Seperti yang terlihat di lokasi, rangka besi untuk pengecoran slof sudah terpasang, sementara bagian bawah belum di bangun pondasi, padahal truktur tanah di lokasi tersebut berpasir karena hanya sekitar 30 meter dari pinggiran pantai, kondisi tersebut membuat anggota DPRD Bitung, Viktor Tatanude SH turun lapangan dan mellihat langsung kejanggalan ini.
“Sudah sejak awal saya peringatkan, pekerjaan proyek harus dengan baik jangan asal-asalan, kami minta in diperbaiki dulu, jangan kerjakan yang lain,”Ungkap Tatanude, Demikian juga disampaikan Politisi PKPI Bitung, Suparman Gumolung, pemborong pekerjaan harus paham gambar bangunan, sehingga jangan terjadi salah kerja. “Ini hanya salah informasi saja, tapi kami tetap pantau pekerjaan ini, jangan sampai bangunan yang akan kami pakai ini, sudah rusak dalam waktu singkat, inikan kepentingan masyarakat,”Ujar Boy, sapaannya. Baik Tatanude, maupun Gumolong, bertekad membangun kelurahan tandurusa yang merupakan daerah domisili kedua dengan baik.
Sementara, Kadis Perindag, Ferry Bororing SE MSi, saat dikonfoirmasi mengatakan, pekerjaan tersebut masih dalam kontrak. “Kalau masih ada kekurangan dalam pekerjaan ini, akan diperbaiki,”Ujar Suami Politisi PKPI, Sumisan Sundana ini.(yappiletto)

Dana Bencana CNR Peduli Diminta Diusut

Dharma Palar
Langowan, KM –
Berbagai elemen masyarakat Langowan mendesak kepolisian (Polres) Minahasa mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana bencana alam, yang dibagikan kepada warga Kecamatan Langowan Barat baru-baru ini.
Menurut para elemen, Kapolres Minahasa AKBP Dra Henny Posumah sebaiknya berkoordinasi dengan Panwaslu Minahasa untuk menindaklanjuti laporan kasus yang disampaikan masyarakat Desa Ampreng dan Raringis.
Pun kasus terbilang benderang karena dana bencana alam yang digelontor dari Kas Pemkab Minahasa, selain disalurkan tidak tepat sasaran juga disalurkan untuk kepentingan salah satu pasangan calon tertentu.
“Kami berharap Polres Minahasa segera mengusut tuntas dugaan penyaluran dana bencana yang dinilai tidak tepat sasaran karena sarat kepentingan politik,” sembur Rival Luli, salah satu tokoh pemuda Langowan.
Terpisah anggota DPRD Minahasa, Dharma Palar kepada harian ini mengatakan, aparat kepolisian sudah seharusnya segera menindaklanjuti kasus yang dilaporkan masyarakat, meski laporan diajukan ke Panwaslu Minahasa.
“Jangan karena menunggu aduan dari masyarakat, karena kasus ini terindikasi kuat telah terjadi menyalahgunakan anggaran,” ujar Sekretaris DPC PDIP Minahasa ini.
Lanjut dikatakan Palar, sebagian besar masyarakat Langowan Barat kini sedang dihingga perasaan kuatir berurusan dengan penegak hukum. Mereka resah karena takut dipanggil terus kepolisian meski hanya sebagai saksi kasus tersebut.
Pun kasus mencuat, terungkap kalau dana bantuan bencana alam Pemkab Minahasa senilai Rp450 juta di salurkan variatif kepada masyarakat oleh komunitas yang menamakan diri CNR-Peduli.
Sementara CNR sendiri, berpasangan dengan DJT sebagai salah satu calon bupati Minahasa.(fernando kembuan)

BPBD Gelar Rakor Bencana

Ir Royke A Roeroe
Tomohon, KM —
 Meningkatkan antisipasi penanggulangan daerah rawan bencana, baik pra-bencana, tanggap darurat, pasca bencana, serta peningkatan koordinasi pelaksanaan program lintas SKPD, maka Pemkot Tomohon melalui menggelar rapat koordinasi, Kamis (8/11) kemarin.
Kegiatan bertempat di lantai III Kantor Pemkot Tomohon, hemat Kepala BPBD Kota Tomohon Ir Royke A Roeroe, kegiatan rakor perencanaan daerah rawan bencana dihelat seiring perubahan paradigma penanganan bencana di Indonesia.
“Penanganan bencana tidak lagi pada aspek tanggap darurat, tetapi menekankan pada keseluruhan manajemen risiko bencana,” ujar Roeroe.
Ketentuan umum disebutkan, penyelengaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan perencanaan pembangunan daerah rawan bencana yang berkaitan dengan kegiatan pra-bencana, bencana, dan pasca bencana.
“Ketiga hal ini merupakan tahapan dari pelaksanaan penanggulangan bencana dei Indonesia,” jelas Roeroe.
Menurutnya, secara geografis dan demografis Kota Tomohon umumnya terlalu potensi menerima resiko bencana alam karena faktor geologi (gempa bumi dan letusan gunung berapi), bencana akibat hydrometeorology (banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung).
Selain itu bencana karena faktor biologi (wabah ternak, tanaman, hama tanaman), dan faktor kegagalan teknologi (kecelakaan transportasi, kecelakaan industri), serta faktor kebakaran gedung dan hutan.
Walikota Kota Tomohon diwakili Asisten I Pemkot Tomohon Drs Gerson Mamuaja menyampaikan beberapa catatan untuk menjadi perhatian bersama. Antaranya soal kesadaran penanggulangan bencana itu sendiri masih jauh dari harapan.
“Padahal Kota Tomohon tergolong sangat rawan bencana yang dapat mengancam nyawa dan kerugian material maupun non material,” urai mantan penjabat Walikota Tomohon ini.
Rakor kali ini dihadiri peserta Sekretariat Daerah, Assisten Pemerintahan dan Kesra, Dinas, Badan, Kantor,  Lembaga, serta Kepala Sub Bagian Setda Kota Tomohon.(yongkie sumual)

Dana Parpol Siap Dikucur, Sebagian Bakal Tereliminasi

Ratahan, KM-
Belum lengkapnya berkas sejumlah partai Politik yang dimasukan ke Badan Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), mengakibatkan bakal tereliminasinya sejumlah parpol untuk mendapatkan dana dari Pemerintah.
Hal ini diakui Kepala Kesbangpolinmas Hendrik Sompotan lewat Kepala Bidang Politik, Ferry Batubuaya kepada sejumlah wartawan Kamis (8/11) kemarin, dimana hingga kini tercatat baru sekitar 5 Parpol yang melengkapi berkas. “Sebenarnya yang berhak menerima dana Parpol ada sekitar 5 Parpol, akan tetapi dari hasil verifikasi, baru 5 yang lengkap berkas, sementara 4 lainnya berkas dipulangkan untuk di lengkapi,” ujar Batubuaya.
Juga dikatakannya, 1 parpol hampir pasti tidak akan mendapatkan dana mengingat belum memasukan sama sekali berkas yang diminta. “Kalaupun semuanya sudah lengkap, sebenarnya langsung kami ajukan ke Bupati untuk disetujui, kemudian parpol yang bersangkutan bisa langsung mengambilnya di keuangan (PPKAD, red),” ujarnya lagi.
Meski tak merinci nama nama parpol, namun diakuinya, semua Parpol yang berhak menerima kucuran dana, adalah yang memiliki kursi di DPRD Mitra. “Kita sih berharap sudah tuntas. Tapi kembali lagi ke partai yang bersangkutan untuk kelengkapan berkasnya,” pungkas Batubuaya. (marvel pandaleke)

Petani Salut Sikap Bupati

Amurang, KM –
Menyusul aksi demonstrasi ratusan massa yang menamakan diri Inisiatif Petani Kopra di Kantor DPRD Minsel dan PT Cargill beberapa waktu lalu, yang dipicu anjloknya harga Kopra, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, Kamis (08/11) lalu, menyatakan dukungannya terhadap perjuangan para petani Kopra di Kabupaten Minahasa Selatan.
“Saya dukung perjuangan masyarakat, khususnya petani kopra di Minsel. Namun dengan kenaikan yang wajar,” ujar Bupati perempuan Pertama Minsel ini.
Penanggung Jawab Aksi Demonstrasi, Robby Sangkoy Mpd saat dimintai keterangannya mengatakan, dirinya mengatasnamakan seluruh petani Kopra se- Kabupaten Minsel mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Minsel. “Ini dukungan nyata dari Bupati Minsel terhadap perjuangan petani kelapa Minahasa Selatan,” kata Sangkoy. (dolvie mangindaan)

Kotambunan Yakin PDS Tetap Lolos

Arthur Kotambunan
Manado, KM –
Ketua DPW PDS Sulut, Arthur Kotambunan tetap merasa yakin partainya akan lolos sebagai parpol peserta Pemilu 2014. Kayakinan Kotambunan bukan tak beralasan pasca turunnya surat rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar KPU Pusat menyertakan 12 parpol termasuk PDS pada tahapan verifikasi faktual.
“Jika tidak ditindaklanjuti KPU maka KPU diancam sanksi pidana sesuai Pasal 296 UU Nomor 8 Tahun 2012. Juga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu dapat memeriksa, dan jika terbukti ada pelanggaran administrasi maka ke-tujuh komisioner KPU dapat dieksekusi,” tutur Kotambunan.
Lanjut Kotambunan, PDS memenuhi syarat untuk masuk pada tahapan selanjutnya karena telah memasukkan semua persyaratan yang dibutuhkan. Selain diakui Bawaslu, keabsahan persyaratan PDS juga diakui Komisi Informasi Pusat (KIP) yang dalam waktu dekat akan mengeluarkan rekomendasi.
“KIP juga akan mengeluarkan rekomendasi, bahkan secara resmi PDS telah melakukan gugatan ke PTUN. Dengan kekeliruan KPU Pusat, PDS telah menderita kerugian materiil sampai miliaran rupiah. Makanya tuntutan ganti rugi kami melalui PTUN sebesar satu triliun rupiah,” pungkasnya.(tim km)

Sekretaris DPRD Sulut Masih Sakti

Diduga Gubernur Sengaja Mengulur Penggantian Watung
Manado, KM-

Isu pergantian Sekretaris DPRD Sulut, Nixon Watung sudah lama diwacanakan. Watung sendiri, diwacanakan dicopot dari jabatan Sekwan, karena diduga sudah tidak memiliki kecocokan dengan sebagian besar Anggota DPRD Sulut. Namun hingga saat ini, kabar pergantian tersebut tak kunjung direalisasikan.
Menurut salah satu Wakil Anggota DPRD Sulut, Arthur Kotambunan, Pemprov sudah lama mengirim tiga nama untuk dipilih salah-satu dari tiga nama tersebut. Namun menurutnya, pergantian Sekwan tidak serta merta dapat dilakukan.
“Harus dirapatkan dulu oleh pimpinan DPRD. Namun hingga sekarang belum ada jadwal rapat pimpinan untuk membahas pergantian pak Watung,”kata dia.
Walau akan segera diganti, Ketua PDS Sulut ini menilai kinerja Sekwan Adrianus Watung masih cukup baik.
Adapun pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Drs Taufik Tumbelaka menengarai tak kunjung digantinya Watung dari jabatan Sekwan meski telah ditolak sebagian besar anggota DPRD Sulut karena campur tangan top eksekutif Sulut. Menurutnya, Gubernur SH Sarundajang sengaja menahan penggantian Watung karena masih memiliki kepentingan jangka pendek terhadapnya.
“Saat ini sangat tidak mungkin mengganti Watung karena tahapan Pilkada Minahasa sementara berjalan. Pak Watung yang memiliki pengaruh besar di desa Toliang Kakas masih dibutuhkan untuk mengamankan Ivansa di suksesi kepala daerah Minahasa,” ujarnya.
Jika Watung diganti, lanjutnya, maka dipastikan akan secara langsung mempengaruhi perolehan suara Ivansa di Toliang Kakas.
“Warga kerabat Watung akan kecewa dan imbasnya akan mengalihkan dukungan dari Ivansa ke calon lain,” pungkasnya. (tim km)

Mendagri Ancam Copot Inspektorat Nakal

MENDAGRI Gamawan Fauzi saat menyampaikan sambutan pada
acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Daerah Tingkat Nasional (Rakorwasdanas)
Tahun 2012 di Hotel Grand Sahid Jakarta Pusat, (8/11) kemarin.(foto patris/km)
Jakarta, KM-
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi ancam copot Inspektorat daerah yang membiarkan korupsi tetap berlangsung bahkan bekerjasama sama dengan koruptor. Hal ini diutarkan Gamawan dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Daerah Tingkat Nasional (Rakorwasdanas) Tahun 2012 di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, (8/11) kemarin.
Menurut Gamawan, jika pemerintah sering dikritik oleh berbagai pihak, itu disebabkan kinerja yang belum baik.
“Dari data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2008 dari 179 negara, Indonesia menempati posisi ke 111, tahun 2010 pada posisi 108 dan tahun 2011 Indonesia melorot pada posisi ke 124,” tutur Mendagri.
Kata Gamawan, bila dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura, Indonesia tertinggal jauh. Dimana Singapura diposisi 26, Brunei  Darussalam diposisi 33, Malaysia diposisi 61, Thailand diposisi 103 dan Philipina diposisi 112.
Mendagri menambahkan, penyimpangan/korupsi (Indeks Persepsi Korupi Indonesia tahun 2011 memperoleh nilai tiga. Sementara untuk kemudahan berusaha tahun 2011 rangking Indonesia berada di 129 dari 185 negara, pelayanan publik (survey Integritas Pelayanan Publik yang dilakukan oleh KPK tahun 2011 untuk daerah mendapatkan nilai 6,00.
“Melihat kondisi seperti ini, saya minta APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah,red) lebih berperan dalam upaya meningkatkan kualitas dan akuntabilitas kinerja,”ujar Mendagri.
Mendagri mengakui, hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan mengungkapkan bahwa secara umum kualitas penyajian laporan keuangan telah mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari semakin baiknya opini atas laporan keuangan entitas baik LK Kementerian/Lembaga maupun entitas LK Pemerintah Daerah.
“Perbaikan tersebut hendaknya terus ditingkatkan guna mewujudkan sistem pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel,” katanya lagi.
Diakui Mendagri, kualitas akuntabilitas pertanggung jawaban pengelolaan keuangan daerah yang dikelola Pemerintah daerah mengalami kecenderungan membaik. Terhadap 426 LKPD Tahun 2011, BPK memberikan opini WTP atas 67 entitas, opini WDP atas 316 entitas, opini tidak wajar (TW) atas 5 entitas, dan opini TMP atas 38 entitas.
Untuk itu, kata Mendagri, dalam rangka pencapaian peran APIP yang optimal diperlukan beberapa kunci keberhasilan untuk meningkatkan kepercayaan stakeholders yaitu, SDM aparat Pengawas Internal Pemerintah yang professional dengan menerapkan dan memenuhi standard dan kode etik profesi.
“APIP hendaknya dapat berperan efektif dalam mendeteksi, mencegah korupsi dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan/penyimpangan,” ujarnya.
Acara Rakor ini diikuti Ketua BPK RI, Kepala Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan, para Wakil Gubernur se Indonesia, Inspektur Jenderal Kementenan/Inspektur ulama LPNK, para Pejabat Eselon I Kementerian Dalam Negeri, para Inspektur Provinsi, Kabupaten dan Kota.(patrispangaila)

Rapat Paripurna Ranperda APBD 2013 Digelar

Manado, KM –
Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado dalam rangka pembicaraan tingkat I terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado tahun 2013, dilaksanakan di ruang paripurna Dewan Kota Manado, Kamis (8/11) kemarin.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Denny Sondakh, dan dihadiri Walikota GS Vicky Lumentut, Wakil Walikota Harley AB Mangindaan, Sekretaris Kota (Sekkot) Ir Haefrey Sendoh, serta para pejabat kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat serta lurah se Kota Manado. 
Dalam sambutannya, Walikota GS Vicky Lumentut mengapresiasi kemitraan yang terjalin antara eksekutif dan legislatif selama ini. Walikota juga mengajak anggota dewan untuk bersama membangun Kota Manado, demi kesejahteraan rakyat.
“Mari kita bersatu membangun pola piker dan tindakan serta kebersamaan yang sinergis dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang terkait dengan dinamika perubahan dan pembaharuan pengelolaan keuangan daerah,”ujar Lumentut.
Lanjut dikatakan Walikota, APBD disusun berdasarkan basis kinerja yang konkrit, jelas sistematis dan terukur. Setipa program yang dibuat harus memberi manfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kemampuan APBD kita sangatlah terbatas, sehingga kita harus cerdas dalam memilih mana yang harus menjadi prioritas dan mana yang tidak,”tandas Walikota.
Lanjut dikatakan Lumentut, total pendapatan Kota Manado Rp1.000.640.515.000, bersumber dari tiga jenis penerimaan yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan danlain-lain pendapatan yang sah.(jan torindatu) 

Pleno BPM FE Unsrat Belangsung Ricuh

Ch Kojo SE MSi
PD lll Akan Minta Klarifikasi ke Senat
Manado,KM-

Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Ekonomi (Fekon) Unsrat pada Jumat pekan lalu, menggelar Sidang Pleno III dengan agenda sidang Mendengarkan dan Membahas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan serta kinerja dari Senat Mahasiswa FE Unsrat. Namun sidang yang dilaksanakan secara terbuka di depan ratusan mahasiswa dikotori dengan perbuatan yang tidak etis dari Ketua Senat Daniel Tampi dan jajarannya. Merasa tidak nyaman dalam suasana sidang yang sempat memanas dengan ‘perkelahian’ mulut, pengurus senat yang seharusnya memaparkan laporan dan kinerja mereka sampai triwulan III keluar dari ruang sidang dan tidak kembali tanpa meminta skors kepada pimpinan sidang.
Adu mulut pun terjadi di luar persidangan antara beberapa mahasiswa yang kecewa dengan perilaku tidak etis dari pengurus senat mahasiwa. “Kenapa harus keluar dari ruang sidang? Apakah kalian takut mempertanggung jawabkan kinerja kalian? Atau kalian takut seluruh mahasiswa sadar dan tahu dengan kinerja kalian yang sebenarnya?,” tutur seorang mahasiswa yang kecewa sambil berteriak-teriak didepan ruang senat mahasiswa.
Tampi dan jajarannya pun pergi dan tak kembali lagi dalam ruang persidangan. Sungguh memilukan dan memalukan, proses demokrasi yang tak patut di contoh. “Kenapa harus keluar dan lari? Apakah ada penyimpangan di tubuh senat mahasiswa FE Unsrat? Secara tidak langsung terlihat bahwa Senat Mahasiswa FE Unsrat tidak transparan dan tidak bertanggung jawab. Inikah yang akan kalian ajarkan kepada generasi selanjutnya? Jika dari sejak dini kita sudah tidak beretika, tidak transparan dan tidak bertanggung jawab bagaimana nantinya di dunia kerja,” papar seorang pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa FE Unsrat yang meminta namanya tak dikorankan.
Dalam pleno ini juga ada oknum dosen yang hampir memukuli seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yaitu Dika Daud. Daud ditarik kerak bajunya oleh oknum dosen di FE Unsrat tapi untung saja ada seorang dosen yg menahan dan meleraikannya.
Kejadian ini berlangsung di tengah kericuhan diluar lokasi sidang pleno mahasiswa yang diselenggarakan BPM FE Unsrat. Saat itu Daud berada di tengah kerumunan ratusan mahasiswa yang berorasi menyampaikan aspirasi kepada Senat Mahasiswa dan meminta Senat Mahasiswa FE untuk kembali ke ruang sidang. Hanya berbekal alasan bahwa Daud menatapnya dengan tatapan sinis, si dosen mudah ini mau memukuli Daud.
Daud yang dimintai keterangan oleh beberapa dosen dan rekan-rekan aktivis mahasiswa mengatakan bahwa, mungkin saja waktu itu dia (dosen tersebut) sudah dipanas-panasi oleh Pengurus Senat dan tatapan saya biasa saja namun tak sengaja bertatapan dengan dia. “Tapi saya tidak takut waktu dia menarik kerak baju saya sebab saya hanya tersenyum sesaat hampir ditonjok dan berpikir dia pasti masuk penjara dan terkena sanksi pegawai/dosen karena memukuli mahasiswa tanpa sebab yang jelas dan om saya kebetulan seorang jaksa,” pungkas daud dengan tertawa.
Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD lll) Fekon Unsrat Ch Kojo SE MSi saat dikonfirmasi wartawan kemarin menjelaskan, soal LPJ senat mahasiswa dan pleno yang dilakukan MPM itu saya sudah berikan kewenangan kepada mereka dan saya selaku PD lll tidak menginterfensi baik senat mahasiswa maupun MPM. “Saya hanya menerima laporan hasil kegiatan mereka, tapi kalaupun mereka (senat mahasiswa,red) ini tak mampu untuk mempertanggunng jawabkan program kerja, maka saya juga akan minta klarifikasi kepada senat mahasiswa,” tandas Kojo. (otnie)

Rabu, 07 November 2012

Arogan, Panwas Bongkar Sekretariat Gerindra di Pineleng

SEJUMLAH atribut partai yang dibongkar menjadi alat bukti pengurus Partai Gerindra
untuk melaporkan tindakan arogansi Panwas Kecamatan Pineleng.(foto onal/km)
Pineleng, KM-
Upaya Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kecamatan Pineleng dalam melakukan penertiban sejumlah alat peraga calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, Rabu (7/11) kemarin sore dinilai sejumlah warga terlalu arogan dan salah sasaran.
Pasalnya, Panwas Kecamatan Pineleng yang dipimpin salah satu anggota Panwas Kabupaten,  dan beberapa anggota Polisi serta Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Minahasa melakukan pembongkaran di Sekretariat Pantai Gerindra Kecamatan Pineleng, yang terletak di Desa Pineleng Dua.
Meski sudah mengetahui tempat tersebut adalah sekretariat Partai Gerindra, namun amukan Panwas tak bisa dihentikan. Sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang berada di Sekretariat mengaku, Panwas membabibuta membongkar Sekretariat Gerindra. Bahkan beberapa atribut Partai seperti bendera, papan Sekretariat Kecamatan diturunkan paksa.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi ada Pol PP yang arogam. Panwas juga pilih-pilih dalam melakukan penertiban. Padahalkan ini Sekretariat, bukan Posko. Kalau Pokso bisa dilakukan penertiban dan bukan pembongkaran seperti ini,”ujar Feybe Ingkiriwang dan Maya Taliwongso yang saat kejadian berada di lokasi.
Syanne Kuhu, saksi lain yang melihat kejadian itu juga mengatakan, pembongkaran disusupi beberapa orang yang bukan anggota Panwas, namun tim sukses dari calon  lain.
“Ada juga beberapa polisi tapi mereka tidak turun. Polisi-polisi itu hanya ada di dalam mobil,”ujarnya.
Rocky Tawaang, warga Desa Pineleng kepada harian ini mengatakan, alasan Panwas melakukan pembongkaran karena menilai, Sekretariat Gerindra itu terlalu mencolok yang mengusung salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Panwas bilang kata terlalu mencolok, jadi musti bongkar,”ujarnya.
Menanggapi kejadian tersebut, salah satu anggota Panwas Minahasa, Ventje Bawengan mengatakan, Panwas dalam melakukan penertiban alat peraga calon Bupati dan Wakil Bupati dibantu beberapa tim dari Kepolisian dan Pol PP.
“Tapi penertiban, bukan pembongkaran. Beda itu penertiban dan pembongkaran. Dan Panwas juga hanya menertibkan Posko bukan sekretatiat. Apalagi melakukan pembongkaran Sekretariat, itu tidak dibenarkan,”jelasnya.
Dikatakannya, penertiban yang dilakukan Panwas itu menyusul surat edaran yang disampaikan kepada tim sukses calon Bupati dan Wakil Bupati di tiap-tiap Kecamatan. Dimana seluruh alat peraga dan atribut partai diturunkan sementara sampai pada masa kampanye, baru bisa dipasang.
“Jadi sekali lagi, Sekretariat itu tidak bisa dibongkar. Kecuali Posko pasangan calon itu ditertibkan bukan di bongkar. Sekretariat itu kan kantor, memang sekretariat ada kriterianya, ada ruang rapatnya, ada lambang Negara Burung Garuda, ada gambar Presiden dan Wakil Presiden, pokoknya kriterianya seperti itu,”jelasnya.
Bawengan juga menuturkan, dengan adanya tindakan pembongkaran yang dilakukan oleh Panwas Kecamatan Pineleng di salah satu Sekretariat tim independen dan Sekretariat Partai Gerindra, pihaknya akan melakukan teguran keras atas sikap dan tindakan oknum-oknum Panwas tersebut.
“Pasti, pasti ada teguran kepada mereka,”tandansya.
Sebelumnya, sejumlah anggota dan pengurus Partai Gerindra Kecamatan melakukan aksi protes ke Panwas yang ada di Kantor Kecamatan Pinelang. Sempat terdengar, kalau pengurus partai Gerindra ini akan melaporkan aksi Panwas itu ke pihak Kepolisian.
“Pasti kami akan lapor, sebab ini dikategorikan pembongkaran. Ini bukan penertiban. Ada beberapa atribut partai yang dirusak oleh Panwas, makanya kami melapor untuk minta keadilan,”ujar salah satu pengurus partai.(onal)

Sualang: Calon Lain Sulit Merestorasi Minahasa

KEHADIRAN tokoh dan pejuang PDI Perjuangan di Sulut, Drs Freddy Sualang
di Kecamatan Mandolang pada pelantikan tim independen HAG-RJM ikut memdapat
sambutan warga PDI Perjuangan di daerah itu.(foto dok)
HAG-RJM Lantik 2000 Anggota Tim Kecamatan Mandolang
Tateli, KM-

Pelantikan tim pemenangan independen HAG-RJM se Kecamatan Mandolang, Rabu (07/11) di Desa Tateli, dihadiri sekitar 2000 anggota tim yang berasal dari 12 desa.
Menariknya pelantikan dihadiri langsung Freddy H Sualang bersama para kader PDIP masih setia, serta tokoh-tokoh masyarakat se wilayah Kecamatan Mandolang.
Kata Sualang, kehadirannya ditengah-tengah HAG-RJM sebagai bukti dia cinta tanah Minahasa. Karena HAG-RJM calon yang mencintai tanah Minahasa.
“Saya memilih calon terbaik HAG-RJM karena mereka berdua sangat mencintai tanah Minahasa. Secara ekonomi HAG-RJM sudah mapan sehingga saya yakin tidak akan korupsi,” ujar Sualang.
Dikatakan, calon ini sudah mandiri, sementara yang lain belum tentu mandiri. HAG-RJM keduanya pengusaha profesional, pasangan harmonis yang tidak akan gonta-ganti atau bongkar pasang kabinet setelah terpilih.
Sualang juga menyentil soal dirinya dengan PDIP yang terancam dipecat karena tak mendukung calon yang diusung partainya.
“Resiko saya disini sangat besar, tapi dipecatpun saya siap hadapi,” tantangnya.
Lanjut dedengkot PDIP Sulut ini, sebodoh-bodohnya dirinya tapi dia mampu menilai mana calon terbaik untuk memimpin Minahasa.
“HAG-RJM paling cocok melaksanakan restorasi, kalau calon lain adalah anak-anak pejabat,- tentu tidak mungkin dapat melaksanakan restorasi di Minahasa,” tandas Sualang disambut tepuk riuh yang hadir.
Kehadiran Sualang di pelantikan tersebut diakui Hangky Arther Gerungan (HAG) sebagai sebuah pengorbanan pemimpin besar yang benar-benar peduli dengan nasib Minahasa kedepan.
“Saya salut sikap politik Freddy H Sualang yang berani mengambil sikap tidak mendukung calon yang diusung PDIP tetapi mendukung HAG-RJM,” ujar HAG.
“Orang bilang HAG-RJM tidak dimana-mana, tapi dukungan besar ini membuktikan ternyata HAG-RJM ada dimana-mana,” ujar HAG.
Kepada tim yang baru dilantik, dia mengingatkan untuk tetap solid memenangkan suara rakyat kepada HAG-RJM.
“Kalau kita semua komit satu tekad, maka Restorasi Minahasa yang diusung HAG-RJM dapat kita laksanakan secara bersama-sama,” tandas HAG.
Diakuinya, pencalonannya dengan RJM banyak ditawari bantuan oleh pengusaha-pengusaha besar, tapi itu tidak ditanggapi.
“Sebab kalau HAG-RJM menerima bantuan yang mereka tawarkan, itu sama artinya torang so gadai torang pe tanah Minahasa,” ujarnya.
Sama halnya HAG, Ricky Janeman Montong (RJM) bersama moto, “upah pelayananku tanpa upah” dalam sambutannya mengatakan, kita yang hadir disini adalah agen-agen perubahan tanah Minahasa.
Tujuan negara ada dua, yakni menjamin rasa aman dan menciptakan kesejahteraan rakyat. Republik arti simpelnya, rakyat yang menentukan sikap sendiri memilih kekuasaan. Tapi setelah kekuasaan tercapai, sebaliknya sikap demokrasi rakyat mudah saja dibeli oleh kekuasaan.
“Tinggallah bersama kami, masuklah bersama-sama untuk merestorasi tanah Minahasa yang sama-sama kita cintai,” ujar RJM.
Pelantikan tim independen kemarin dilakukan langsung Ketua Umum Tim Pemenangan Independen HAG-RJM, Tito Sumampouw bersama Djems Lewuh selaku Sekretaris.
Sambutan Tito dikatakan, sambutan luar terhadap HAG-RJM yang turut dihadiri Mantan Gubernur dua periode Freddy Sualang, merupakan hal luar biasa.
“Saya bangga dengan kalian semua. Dan saya sangat salut dengan pak Sualang yang berkenan hadir bersama tim HAG-RJM,” katanya.
Menurut Tito, secara ekonomi dia tahu HAH-RJM sangat matang.
“Jadi saya yakin mereka tidak akan korupsi. Kita harus baku-baku bae, baku dengar, dan hindari saling baku kase kecewa hanya karena hal-hal kecil. Mari rapatkan barisan memenangkan HAG-RJM,” pungkasnya.
Menurut Koorwil kecamatan Mandolang Ronny Kukus, tim yang hadir mendekati seribu orang yang berasal dari wilayah itu.
“Hampir seribuan yang hadir, dan semua berasal dari 12 Kecamatan se Mandolang,” tandas Kukus.(tim mc)