![]() |
Perkebunan kelapa yang diduga diserang hama busuk pucuk, ditepis Pemkab Minsel. |
Ratusan tanaman kelapa di
Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mulai dari wilayah Amurang Barat, Motoling
Raya, Tenga, hingga Sinonsayang, selang bulan-bulan terakhir menunjukkan gejala
segera mati.
Tanaman tahunan rakyat yang kini sebagian
besar dikuasai perusahaan dan penguasa ini, diduga terserang hama busuk pucuk.
Gejalanya terlihat dari daun bagian atas rontok dan tanaman kelapa perlahan-lahan
mati.
Menurut sejumlah warga, kondisi tanaman
kelapa seperti itu terjadi mulai dua bulan terakhir.
“Ya, saat ini tanaman kelapa kami
sudah mulai mati. Sudah sekitar 50-an pohon kelapa yang mati, dengan gejala
seperti terkena busuk pucuk. Terus terang ini merugikan, padahal harga kopra sudah
mulai membaik,” ujar Regen Kumayas, Petani Kelapa asal Motoling Barat kepada
sejumlah wartawan Biro Minsel,Kamis.
Menurutnya, kondisi itu belum
mendapat perhatian dari instansi terkait Dinas Pertanian dan Perkebunan
Kabupaten Minsel.
“Kami berharap ada perhatian
serius dari pemerintah, supaya tak tertambah banyak kelapa yang mati,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan
Pemkab Minsel Imanuel Tapang ketika dikonfirmasi, mengatakan, kematian pohon
kelapa bukan karena hama busuk pucuk tetapi terkena sambaran petir.
“Dari pengamatan awal itu lebih dikarenakan
sambaran halilintar. Meski memang gejalanya mirip hama busuk pucuk. Dan
kasusnya bisa masif alias banyak. Tapi ini baru analisis awal, pastinya akan
diturunkan tim pemeriksa di lokasi. Hasilnya akan jadi pegangan untuk
ditindaklanjuti,” kata Tapang. (dolviemangindaan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar