no klik kanan

Selasa, 29 Oktober 2013

DPD KNPI Minahasa Tagih Janji Bupati

Youth Centre Tondano Terkendala Hibah Lahan Pemkab
Manado, KM–
Jemmy Ringkuangan
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyetujui usulan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Minahasa melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut untuk membangun Gedung Pemuda atau Youth Centre di Minahasa, Tondano.
Sayangnya,  rencana pembangunan gedung pusat kegiatan pemuda di tanah Toar Lumimuut terkendala hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa.
“Bupati Jantje Sajow pada pelantikan pengurus KNPI Minahasa, Juni 2013 lalu, menjanjikan hibah lahan untuk dibangun Youth Centre, sayangnya janji tersebut tak kunjung terealisasi,”ujar Ketua DPD KNPI Minahasa, Jemmy Ringkuangan AP MSi, kepada wartawan, Selasa (29/10).
Menurut Ringkuangan, bila hibah lahan dari Pemkab Minahasa telah direalisasikan, maka dipastikan tahun depan pembangunan Youth Centre sudah akan dimulai.
“Kemenpora telah menyetujui proposal yang kami layangkan melalui Dispora Sulut dengan akan mengalokasi sedikitnya Rp 5 Miliar dengan syarat lahan untuk dibangun Youth Centre tersedia,” ungkapnya.
“Kami juga telah bertemu Komisi X DPR RI yang juga mengaku akan mengawal anggaran di Kemenpora untuk pembangunan Youth Centre dengan syarat hibah lahan dari Pemkab Minahasa sudah direalisasikan,” tambahnya.
Untuk itu, Ringkuangan berharap, Pemkab Minahasa merealisasikan hibah lahan seperti janji Bupati Jantje Sajow.
“Kami berharap hibah lahan ini direalisasikan secepatnya. Sebab bila hibah lahan tak direalisasikan segera, maka anggaran yang telah diplot Kemenpora untuk Minahasa bisa dialihkan ke daerah lain,” kata Ringkuangan.
Lebih lanjut Ringkuangan menjelaskan, keberadaan Youth Centre di Minahasa sangat dibutuhkan sebagai pusat kegiatan untuk menggali kreatifitas dan inovasi pemuda daerah Nyiur melambai.
“Bila Youth Centre dibangun di Minahasa, maka akan menjadi ke-dua di Sulut setelah di Manado,” tambahnya.
Sebelumnya, pada acara pelantikan DPD KNPI Minahasa periode 2013-2016, Juni 2013 silam, Bupati Minahasa Jantje Sajow menjanjikan akan memberikan lahan dan bantuan untuk dijadikan pusat kegiatan pemuda.(donal taliwongso)

“Duet Maut” Mahfud-JK Bergulir



PKB Mulai Persiapkan Capres 2014
Haramain: Setidaknya Mahfud-JK tak Pernah Terjerat Masalah Hukum
Jakarta, KM-
DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diam-diam mulai mengeluarkan jurus mautnya jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Tak tangung-tanggung dua nama yang kini digadang-gadang akan maju ke pentas politik nasional dalam merebut kursi RI 1 terus digulir.
Setelah Romah Irama dan Mahfud MD, kini nama Jusuf Kalla (JK) mulai disebut. Komunikasi PKB dengan JK sudah lama tercipta, namun belakangan komunikasi politik itu lebih intensi dilakukan.
"Beberapa pengurus DPW mengusung JK. Posisi DPP PKB masih menginventarisir nama-nama yang muncul. Komunikasi PKB dengan JK memang sudah lama terjalin, belakangan komunikasi itu lebih intensif,"
Perburuan JK ternyata tidak main-main. Nama mantan Wakil Presiden dan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu dikabarkan sangat layak berduet dengan Mahfud. Bahkan, jika pasangan itu tercipta, dipastikan akan menjadi “duet maut” di Pilpres 2014.
Pengakuan PKB telah menjalin komunikasi dengan JK untuk diusung sebagai salah satu kandidat diakui Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Abdul Malik Haramain. Dia mengatakan, JK diincar PKB karena memiliki tingkat penerimaan yang tinggi. Apalagi jika diduetkan dengan Mahfud MD yang sudah lama diwacanakan oleh PKB untuk diusung menjadi Capres.
Disis lain, Haramain mengakui, Mahfud MD selama sudah diterima di sebagian besar kalangan Nahdliyyin. Namun demikian, internal partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu tetap akan membahas lebih jauh dalam forum resmi.
"Bahkan kemungkinan figur-figur itu bisa dipadukan atau dipaketkan. Apalagi setelah kita sounding ke dapil masing-masing, dua-duanya punya akseptability yang kuat. Faktornya karena publik menganggap dua-duanya berpengalaman baik di legislatif maupun eksekutif" kata Abdul Malik Haramain kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/10).
Haramain menjelaskan Mahfud MD mampu menunjukkan reputasi baik ketika menjabat di MK. Selain itu, dua-duanya juga dianggap relatif clear. Setidaknya JK dan Mahfud belum pernah terjerat masalah hukum yang serius. Sehingga PKB merasa nyaman mensosialisasikan kedua figur itu.
Kata dia, bagi PKB, JK dianggap kompeten dan berpengalaman dalam mengelola negara. Secara pribadi JK juga mampu berkomunikasi baik dengan elite-elite di Nahdatul Ulama (NU), ormas yang dianggap dekat dengan PKB.
"Karena itu nama JK memang sudah akrab di kalangan Nahdliyyin sejak lama," imbuhnya.
"Bahkan kemungkinan figur-figur itu bisa dipadukan atau dipaketkan. Apalagi setelah kita sounding ke dapil masing-masing, dua-duanya punya akseptability yang kuat. Faktornya karena publik menganggap dua-duanya berpengalaman baik di legislatif maupun eksekutif,"tambah Haramain.
Haramain juga menjelaskan, Mahfud MD mampu menunjukkan reputasi baik ketika menjabat di MK. Selain itu, dua-duanya juga dianggap relatif clear. Setidaknya JK dan Mahfud belum pernah terjerat masalah hukum yang serius. Sehingga PKB merasa nyaman mensosialisasikan kedua figur itu.
Bila yang dianggap kuat hanya Mahfud-JK, lalu bagaimana dengan Rhoma Irama?.
"Rhoma Irama juga diterima (nahdliyyin), apalagi kalau nyanyi "Pengorbanan". Bahkan orang-orang terbawa goyang juga," pungkasnya.
APA TANGGAPAN GOLKAR?
Partai Golkar mengapresiasi penunjukkan mantan ketua berlambang beringin itu, Jusuf Kalla, yang diwacanakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk diusung di Pilpres 2014.
"Kami menghormati hak politik beliau," kata Wasekjen Partai Golkar, Nurul Arifin, di Jakarta, Selasa (29/10).
Apresiasi kepada JK juga diberikan karena yang bersangkutan tidak mengganggu internal Golkar. Menurut Nurul, JK dianggap sanggup membangun institusi dirinya sebagai seorang tokoh yang mampu menciptakan pengikuti atau followernya sendiri.
Hal itu tentu dianggap sebagai sebuah perbedaan dibanding tokoh politisi lain yang kerap 'mengganggu' internal partai ketika sudah tak lagi berkuasa.
Lebih lanjut, Nurul menegaskan, walau JK sedang didekati PKB, Golkar memilih tetap tak berubah dalam melaksanakan visi mengusung Aburizal Bakrie sebagai capres di 2014.
"Golkar sendiri tetap berkomitmen dan kukuh mengusung ARB sebagai capres kami," tandasnya.(bsc/jpnn)

Aksi Jacko Dinilai Kurang Cerdas


Wasek KNPI: Itu Hanya Untuk Popularitas

KETUA KNPI Sulut Jackson Kumaat (tengah) saat memimpin demo terkait pemadaman listrik, 
Selasa kemarin tuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat.(foto ist)
Manado, KM-
Aksi demo sekelompok pemuda yang digelar, Selasa (29/10) kemarin di PLN, dengan mengatasnamakan KNPI Provinsi Sulut yang pimpinan Jackson Kumaat selaku Ketua, ternyata menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengurus KNPI Sulut.
Ada yang menyebut, demo tersebut terlalu politis karena hanya mengedepankan kepentingan seseorang. Wakil Sekretaris KNPI Sulut Harold Lumempouw mengatakan, demo kemarin bukan atas nama lembaga KNPI, melainkan atas nama kelompok tertentu yang dalam hal ini hanya digunakan untuk mengejar popularitas seseorang.
“Saya dan beberapa teman-teman pengurus KNPI Sulut tak mendapat pemberitahuan resmi soal demo kemarin, jadi kami berpikir itu bukan demo atas nama KNPI Sulut, saya melihat itu hanya mencari popularitas saja,” kata Harold.
Pun kata dia kelompok yang ikut berdemo kemarin bukanlah pengurus dan anggota KNPI, melainkan tukang ojek serta beberapa masyarakat yang tak tahu substansi dari demo yang dilakukan. 
Terpisah, Ketua PAMI Noldy Pratasis menanggapi aksi KNPI Sulut kemarin. Dia menyebut, aksi tersebut merupakan sebuah aksi yang kurang cerdas.
“Masalah listrik di Sulut lebih didasari masalah teknis antara lain menurunnya volum air di Danau Tondano, daripada duduki PLN lebih baik KNPI membantu pemerintah di Minahasa untuk membersihkan Danau Tondano dari enceng gondok,” tegas Pratasis.
Dengan menduduki PLN dan Pertamina sebagai bentuk protes atas masalah sosial yang terjadi di daerah, KNPI Sulut lanjut Pratasis tidak memberikan solusi malah menambah kesusahan masyarakat.
“Kinerja kedua perusahan itu malah terganggu, KNPI Sulut yang dipimpin Jackson Kumaat harusnya lebih cerdas. KNPI harus memberikan solusi bukan menambah masalah, ini organisasi kepemudaan jadi perlu cerdas dan bijaksana dalam bersikap,” serunya.
Kecaman yang sama diutarakan Taufik Tumbelaka. Menurutnya, KNPI Sulut dibawa pimpinan Jackson Kumaat haruslah menyadari bahwa masalah pemadaman listrik maupun kelangkaan BBM serta elpiji bukan baru sekarang melanda daerah Nyiur Melambai.
“Masalahnya persoalan tersebut sudah sering kali terjadi di Sulut, kenapa baru sekarang KNPI Sulut peduli dengan menggelar demo. Jangan hanya kepentingan seseorang, kemudian harus melibatkan organisasi dan masyarakat. Atau jangan-jangan KNPI Sulut dibawa pimpinan Jackson Kumaat ingin belajar demo,” tukas Tumbelaka seraya tersenyum.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson Kumaat saat dicoba untuk konfirmasi, gagal ditemui. Bahkan, saat dihubungi via selulernya pada Selasa malam (29/10) kemarin, Jacko enggan untuk menjawab panggilan masuk di selulernya dan setelah dihubungi kembali, sudah dalam keadaan sibuk atau tidak aktif.  Selanjutnya, diupayakan konfirmasi via Short Message Service (SMS) maupun Blackberry Messenger (BBM), hingga berita ini diturunkan tidak ada balasan.(timkm)