Tomohon, KM-
Serikat
Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Tomohon meminta agar upah kalangan buruh
di kota ini untuk dinaikkan. Pasalnya, upah yang saat ini berlaku sudah tidak
relevan lagi dengan kenyataan yang ada, apalagi naikknya harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) serta sejumlah harga komoditi pasaran.
Menurut
Sekretaris SBSI Kota Tomohon Edwin Kambey,SIP mengungkapkan, sebagai bentuk
keprihatinan terhadap upah buruh yang ada di Kota Tomohon, maka sebagai masukan
kepada pihak pemerintah kota serta sejumlah pengusaha yang menggunakan tenaga
buruh untuk sedapat mungkin dapat menaikkan upah buruh. Alasannya, kenyataan
sekarang ini upah buruh yang diterima sudah tidak sesuai dengan sejumlah harga
yang menjadi kebutuhan pokok buruh.
"Memang
kalau melihat keberadaan sekarang ini, apalagi memasuki hari kegamaan di Desember
nanti, maka sudah sepantasnya pemerintah kota dan pengusaha serta masyarakat
yang menggunakan jasa buruh untuk menaikkan upah buruh. Karena dari kalkulasi,
upah yang diterima saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan harga-harga
kebutuhan pokok. Paling tidak apa yang menjadi upah buruh ini perlu juga secara
konprehensif dilakukan penghitungan secara sistimatis yang disesuaikan dengan
objek kerja buruh yang menguntungkan pihak tertentu" ujar Kambey.
Lanjut
di katakana, desakan dinaikkannya upah buruh ini tidak sekedar efouria tapi
sudah merupakan tuntutan sesuai dengan kondisi yang ada. “Melalui masukan serta
telaah dari para buruh, maka sepantasnya SBSI yang ada dibalik buruh ini ikut
memberikan apresiasi terhadap menaikkan upah buruh. Jadi baik buruh swasta,
negeri dalam hal ini tenaga honorer dan buruh lainnya wajar jika dinaikkan
upahnya," ketusnya. (yongkie sumual)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar